Salam
Ceria!
Literasi
merupakan kegiatan membaca buku, majalah, Koran dan lain-lain. Biasanya kegiatan
literasi di lakukan bersama-sama dalam kelompok tertentu, seperti; lingkungan
kelas, sekolah, kelompok belajar dan lain-lainnya. Fenomena yang terjadi saat
ini hampir semua sekolah, khususnya SMP, SMK dan SMU, mulai membudayakan
literasi pada pagi hari, dengan istilah jam ke-0 (ke-nol).
Tujuan
utama dari membudayakan literasi adalah menumbuhkan minat membaca yang saat ini
sudah hampir tidak ada. Membaca bagi kebanyakan orang merupakan kegiatan yang
membosankan / menjemukan. Bahkan dikalangan sebagian generasi muda, membaca
menjadikan kita kuper (kurang pergaulan). Dan diberi julukan si “KUTU-BUKU”,
untuk mereka yang hobinya membaca.
Budaya
literasi harus kita mulai sejak sedini mungkin. Ada sebuah penelitian di negara
Jepang, jika suatu negara memiliki minat baca rakyatnya, maka dipastikan negara
tersebut akan menjadi negara maju. Banyak orang bijak mengatakan; “buku adalah
jendela dunia, jika kamu ingin mengetahui apa saja dan bagaimana mengelola
dunia, mulailah dengan membaca buku”.
Lingkungan keluarga merupakan tempat awal
untuk kita memperkenalkan budaya membaca (literasi). Dengan menciptakan suasana
dan mengkondisikan secara konsisten budaya membaca di lingkungan keluarga kita
masing-masing. Misalkan setiap sore hari atau setiap minggu sekali dilakukan
bersama-sama.
Pengalaman
pribadi saya, bapak saya selalu mengatakan; “tidak punya uang ketika untuk
membeli mainan, tetapi selalu ada uang kalo untuk membeli buku”. Hal ini tanpa
saya sadari juga mendidik kami anak-anaknya agar gemar membaca buku. Setiap hari
Minggu, bapak selalu menanyakan buku apa saja yang sudah dibaca. Bahkan sering
meminta kami anak-anaknya, menceritakan kembali isi buku yang telah saya baca
sebelumnya.
Ada
kejadian yang menurut kami sangat seru dan menyenangkan. Setiap hari Minggu
pagi, kami satu keluarga berebut membaca surat kabar harian kompas. Sehingga surat
kabar (koran) tersebut kami bagi menjadi beberapa lembar, sesuai dengan jumlah
anggota keluarga saat itu. Dan ketika sudah terbagi, biasanya suasana menjadi
sepi, hanya suara lembaran kertas yang di bolak-balik. Kami akan saling
bertukar lembaran yang kami punya dengan yang lembaran yang lain punya. Biasanya
menjelang siang kami sudah selesai membaca semuanya.
Untuk info lebih lanjut tentang Ananda Ceria,
silahkan WA kami di:
Kami
juga menyediakan Group Whatsapps untuk anda sebagai Info Group.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar