Senin, 07 Januari 2019

Global


Globalisasi telah mampu mendorong terjadinya perubahan di dunia, ditandai dengan menyatunya perekonomian nasional dengan perekonomian dunia. Negara Indonesia juga memiliki peran pada era globalisasi terlihat dari ikut sertanya negara Indonesia dalam melakukan kerja sama internasional dengan negara-negara lain, seperti:

1.     Kerja sama antarnegara di bidang ekonomi meliputi:
a.     ASEAN (Association of South East Asian Nations), didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Tujuan-tujuan ASEAN berikut ini.
1)     Mempercepat pertumbuhan ekonomi, sosial, dan kebudayaan di Asia Tenggara.
2)     Memajukan perdamaian dan stabilitas keamanan di Asia Tenggara.
3)     Meningkatkan kerja sama secara aktif dan saling bantu dalam bidang ekonomi, sosial, teknologi, kebudayaan, ilmu pengetahuan, teknik, dan administrasi.
4)     Saling membantu dalam fasilitas-fasilitas latihan dan penelitian dalam bidang penelitian, profesi, teknik dan administrasi.
5)     Bekerja sama dalam memanfaatkan bidang-bidang pertanian dan industri.
6)     Meningkatkan studi mengenai Asia Tenggara.
7)     Memelihara kerja sama yang erat dan menguntungkan dengan organisasi internasional dan regional serta mengusahakan jalan untuk lebih mempererat kerja sama antara negara-negara anggota.
Untuk menyelenggarakan kerja sama intern khususnya dalam bidang ekonomi, maka dibentuk:
1)     Komite Bahan Makanan, Pertanian, dan Kehutanan (Committee on Food Agriculture and Forest = COFAF), berkedudukan di Indonesia
2)     Komite Perdagangan dan Pariwisata (Committee on Trade and Tourism = COTT), berkedudukan di Singapura.
3)     Komite Keuangan dan Perbankan (Committee on Finance and Banking), berkedudukan di Thailand.
4)     Komite Industri, Pertambangan, dan Energi (Committee on Industri, Mining and Energy = OIME), berkedudukan di Filipina.
6)     Komite Kebudayaan dan Informasi (Committee On Cultural and Information)
b.     MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa) atau EEC (European Economic Community), didirikan pada tahun 1957 berdasarkan perjanjian antarnegara Eropa Barat di Roma-Italia. Tujuan MEE  yang sekarang dikenal dengan istilah Pasaran Bersama Eropa (PBE), sebagai berikut:
1)     Memperoleh perkembangan yang harmonis dalam kegiatan ekonomi antarnegara-negara anggota.
2)     Meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya negaranegara anggota.
3)     Mempererat kerja sama ekonomi pada anggota-anggota MEE.
c.     Rencana Colombo (Colombo Plan), merupakan badan yang dibentuk oleh Negara-negara persemakmuran Inggris pada tahun 1950, melalui konferensi yang diselenggarakan di Colombo, ibu kota Sri Lanka. Tujuan rencana Colombo:
1)     Memberikan bantuan dalam lapangan pertanian, perbaikan lalu lintas, perkembangan, perindustrian, dan lain-lain.
2)     Meningkatkan kehidupan negara-negara yang baru merdeka dan sedang berkembang.
3)     Memberikan bantuan ekonomi dan kerja sama di bidang teknologi.
4)     Menyelenggarakan pembinaan teknik dalam bidang administrasi, pangan, pertanian, kehutanan, kesehatan, pendidikan, teknologi, komputer, dan minyak bumi.
d.     APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) merupakan organisasi kerja sama regional di kawasan Asia Pasifik yang beranggotakan 18 negara di dunia. Didirikan pada tahun 1989. Tujuan pokok APEC:
1)     melakukan liberalisasi perdagangan dan investasi
2)     meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam dan kualitas sumber daya manusia untuk meningkatkan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik.
Anggota APEC adalah:
1)     Australia                     6)     Filipina                                11)  Malaysia                         16)  Peru
2)     Indonesia                   7)     Kanada                               12)  Taiwan                            17)  Rusia
3)     Papua Nugini,            8)     Korea Selatan                    13)  Cina                                 18)  Vietnam
4)     Brunei Darussalam   9)     Singapura                           14)  Meksiko                          19)  Selandia Baru
5)     Jepang,                        10)  Cili,                                       15)  Thailand                         20)  Amerika Serikat
e.     AFTA (ASEAN Free Trade Area), dibentuk pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-4 di Singapura tahun 1992. T ujuan dibentuknya AFTA adalah untuk meningkatkan daya saing ekonomi Negara-negara ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi pasar dunia. Selain itu juga untuk menarik penanam modal dan meningkatkan perdagangan antar negara anggota ASEAN.
2.     Organisasi kerja sama internasional meliputi
a.     PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) atau UNO (United Nations Organization) , didirikan pada tanggal 24 Oktober 1945, ditandai dengan penandatanganan Piagam PBB di San Fransisco. Lembaga-lembaga anggota PBB, antara lain:
1)     UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization) adalah organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.
2)     FAO (Food and Agricultural Organization). FAO adalah organisasi dunia yang melakukan kegiatan serta mengusahakan bahan makanan dan hasil-hasil pertanian.
3)     ILO (International Labour Organization). ILO adalah organisasi internasional yang bergerak dalam bidang perburuhan
b.     UNDP (United Nations Development Program), badan PBB yang melakukan kegiatan program pembangunan di negara-negara berkembang. Tujuan pembangunan memberikan sumbangan untuk membiayai program pembangunan, seperti survei pembuatan dan pembangunan jalan di Indonesia. Negara-negara donatur untuk pembangunan itu adalah Amerika, Denmark, Kanada, Inggris, Belanda, dan Prancis.
c.     WTO (World Trade Organization), dibentuk di Genewa, Swiss pada tahun 1947.  Manfaat dibentuknya WTO adalah memperlancar arus barang dan jasa melalui pengurangan tarif dan bea masuk yang tinggi sehingga saling menguntungkan negara-negara anggota.
d.     UNICEF United Nations International Children's Emergency Fund), organisasi internasional yang melakukan kegiatan dalam bentuk kemanusiaan dan kesejahteraan anak, didirikan pada tahun 1946 dan berkedudukan di New York.
e.     IMF (International Monetary Fund), organisasi dunia yang bergerak dalam bidang keuangan internasional, didirikan pada tanggal 27 Desember 1945 dengan tujuan untuk mencapai stabilitas keuangan di berbagai dunia dan mendorong kerja sama internasional di bidang ekonomi keuangan.
f.      IBRD (International Bank for Reconstruction and Development) atau World Bank (Bank Dunia) adalah badan internasional yang bergerak dalam bidang perbankan untuk pembangunan dan kemajuan negara-negara berkembang. IBRD didirikan pada tanggal 17 Desember 1945 dan berkedudukan di Washington DC. Badan ini bertujuan memberikan bantuan baik yang bersifat jangka panjang maupun jangka pendek kepada negara-negara yang sedang berkembang.
g.     IDB (Islamic Development Bank), didirikan pada tanggal 20 Oktober 1975 dengan tujuan utama membantu pembangunan ekonomi dan sosial di negara-negara anggota dan masyarakat Islam, baik secara perorangan maupun secara bersama.
h.     OPEC (Organization Petrolium Exporting Countries), didirikan pada tanggal 14 November 1960 dengan maksud untuk mengatur produksi dan harga minyak mentah.
i.      IDA (International Development Association), organisasi pembangunan internasional yang memberikan kredit kepada negara-negara berkembang dengan syarat ringan.
j.      WCO/CCC (World Costumer Organization atau Customs Cooperation Council), merupakan organisasi bea dan cukai sedunia yang didirikan 15 Desember 1950 di Brussel, Belgia. Tujuan pembentukan WCO ini adalah untuk memperbaiki dan mengharmonisasikan cara kerja bea dan cukai sedunia, sehingga dapat memperlancar arus lalu lintas perdagangan dan penumpang serta investasi internasional.
3.     Kerja sama ekonomi antar negara meliputi bidang-bidang berikut.
a      Perdagangan antarnegara Meliputi perdagangan ekspor dan impor barang.
b.     Penyelenggaraan dan penerimaan jasa/penanaman modal. Disebut juga kegiatan ekspor dan impor jasa.
4.     Hal-hal yang menyebabkan timbulnya kerja sama ekonomi antar negara antara lain:
a.     Kemampuan suatu negara dalam memproduksi barang atau jasa terbatas sedangkan kebutuhan masyarakat tidak terbatas.
b.     Adanya perbedaan kondisi ekonomi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, peradaban dan kondisi alam masing-masing negara.
c.     Perbedaan faktor produksi yang dimiliki masing-masing negara.
5.     Dampak globalisasi meliputi berbagai bidang di antaranya:
a.     dampak globalisasi di bidang sosial,
b.     dampak di bidang ekonomi, dan
c.     dampak di bidang budaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar