Senin, 07 Januari 2019

Memanfaatkan Sumber Daya Alam


Kenampakan alam adalah berbagai bentukan muka bumi yang terjadi secara alamiah. Kenampakan alam terdiri dari dua bagian pokok, yakni; kenampakan alam berupa daratan dan perairan.
Kenampakan alam Daratan, Bentuk daratan bermacam-macam, antara lain;

1.     Gunung;  Ada dua macam gunung, yaitu;
a.     Gunung berapi menghasilkan barang-barang tambang, seperti, batu, pasir, belerang, dan sumber air panas. Sumber air panas dapat menjadi daya tarik pariwisata bagi daerah.
b.     Gunung yang tidak berapi bisa dimanfaatkan untuk kegiatan perkebunan, kehutanan, suaka margasatwa, atau tempat rekreasi.
2.     Pegunungan adalah bagian dari dataran yang bergunung-gunung. Tingginya lebih dari 700 meter di atas permukaan laut, berhawa sejuk dan sering dimanfaatkan untuk tempat rekreasi, peristirahatan, dan pertanian.  Pertanian yang dikembangkan di daerah pegunungan adalah pertanian hortikultura. Pertanian hortikultura adalah pertanian yang mengembangkan jenis tanaman sayur-sayur dan buah-buahan.
3.     Dataran tinggi,  Permukaan dataran tinggi terletak di atas 200 meter dari permukaan laut. Dataran tinggi dapat dimanfaatkan manusia, misalnya sebagai tempat peristirahatan, tempat menanam berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Dataran tinggi biasanya merupakan daerah yang sejuk.
4.     Dataran rendah adalah wilayah di daratan dengan ketinggian antara 0–200 meter di atas permukaan laut. Umumnya daerah dataran rendah terdapat di sekitar pantai. Daerah dataran rendah dapat dimanfaatkan manusia untuk kegiatan pertanian, peternakan, perumahan, membangun industri, perkebunan tebu, perkebunan kelapa, dan sebagainya.
e.     Pantai adalah bagian dari daratan yang berbatasan langsung dengan laut.
Kenampakan alam perairan terdiri dari:
1.     Sungai, tanah basah yang selalu digenangi air dan ditumbuhi tanaman. Sungai-sungai di Indonesia sangat banyak. Umumnya sungai-sungai besar terdapat di pulau-pulau besar seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Sungai-sungai besar dapat dimanfaatkan sebagai sarana transportasi.
2.     Danau, cekungan yang cukup luas di permukaan bumi yang digenangi oleh air, contohnya;
3.     Selat ialah laut yang sempit di antara pulau. Selat menghubungkan satu pulau dengan pulau-pulau lainnya.
Secara garis besar berdasarkan penyebabnya bencana alam dibedakan menjadi tiga yaitu:
1.     Bencana Alam Geologis adalah bencana alam yang disebabkan oleh faktor yang bersumber dari bumi.
2.     Bencana Alam Klimatologis adalah bencana alam yang disebabkan oleh cuaca yang berubah.
3.     Bencana Alam Ekstraterestrial adalah bencana alam yang disebabkan oleh benda dari luar angkasa
Selain harus menyesuaikan diri dengan kenampakan alam, manusia juga menghadapi gejala-gejala alam. Contoh gejala alam adalah:
1.     Gempa bumi, bisa disebabkan oleh aktivitas gunung berapi (gempa vulkanik). Atau juga bisa disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi ( gempa tektonik).
Beberapa gejala alam yang patut dicermati dan dianggap sebagai tanda akan adanya gempa, sebagai berikut:
a.     Adanya awan yang berbentuk aneh seperti batang yang berdiri secara lurus ke atas.
b.     Terdapat medan elektromagnetik diuji dengan cara melihat siaran televisi.
c.     Perilaku hewan-hewan yang ada di sekitar kita
2.     Gunung meletus, gunung api yang masih aktif bisa meletus sewaktu-waktu. Ketika meletus, gunung api mengeluarkan:
-       Magma adalah cairan sangat panas yang terdapat di perut bumi.
-       Lava adalah magma yang keluar dari perut bumi.
-       Lapili adalah Kerikil yang dimuntahkan ketika gunung api meletus.
-       Abu halus adalah muntahan gunung api yang paling kecil.
-       Awan panas terbentuk dari debu muntahan gunung api yang melayang-layang di udara.
2.     Banjir, Hujan deras terus-menerus biasanya akan diikuti bencana banjir. Lahan hutan digunduli juga dapat menyebabkan banjir. Banjir juga dapat disebabkan oleh kebiasaan buruk manusia. Misalnya, kebiasaan membuang sampah ke sungai dan ke selokan air. Gejala awal teerjadinya banjir seperti: Curah hujan tinggi, hujan berlangsung lama, naiknya permukaan air.
Berikut ini merupakan beberapa akibat yang ditimbulkan banjir, antara lain;
a.     Bangunan dan tempat tinggal, serta harta benda rusak karena terendam air.
b.     Penduduk terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya dan mengungsi di tempat lain.
c.     Pabrik dan kantor-kantor terpaksa berhenti bekerja.
d.     Jalan dan jembatan rusak.
e.     Timbul berbagai macam penyakit, seperti penyakit kulit dan penyakit menular lainnya.
4.     Kekeringan, menyebakan terjadinya kekurangan air bersih.  
5.     Tanah longsor merupakan gejala alam yang terjadi di sekitar kawasan pegunungan. Semakin curam kemiringan lereng suatu kawasan, semakin besar pula kemungkinan terjadi longsor Ada tiga tanda untuk memantau kemungkinan terjadinya tanah longsor yaitu:
a.     Keretakan pada tanah yang berbentuk konsentris (terpusat) seperti lingkaran atau paralel dan lebarnya beberapa sentimeter dengan panjang beberapa meter. Bentuk retakan dan ukurannya yang semakin lebar merupakan parameter ukur umum semakin dekatnya waktu longsor.
b.     Penampakan runtuhnya bagian-bagian tanah dalam jumlah besar.
c.     Kejadian longsor di satu tempat menjadi pertanda kawasan tanah longsor lebih luas lagi.
d.     Tiang listrik / pohon menjadi miring.
6.     Tsunami merupakan gejala susulan akibat gempa bumi yang berpusat di dasar laut. Beberapa petunjuk yang diberikan alam sebelum terjadinya tsunami antara lain:.
a.    Adanya suara gemuruh di laut, hal ini akibat adanya pergeseran lapisan tanah.
b.    Laut tiba-tiba menyurut sampai agak jauh ke tengah.
c.     Karena surutnya laut maka akan tercium bau khas laut seperti bau amis.
d.    Burung-burung laut terbang dengan kecepatan tinggi menuju daratan.
Pengaruh Kekurangan air bersih bagi kehidupan masyarakat di antaranya;
1.     Orang semakin sulit untuk mendapatkan air bersih.
2.     Untuk mendapatkan air bersih orang harus membeli air dari pedagang air.
3.     Banyak penduduk terserang penyakit karena mereka meminum,
4.     memasak, dan mandi memakai air yang tercemar.
Ada bencana alam yang terjadi karena perilaku buruk manusia. Misalnya banjir dan kekeringan. Hal itu bisa disebabkan oleh:  perilaku menebang hutan secara sembarangan, perladangan berpindah, dan membuang sampah sembarangan. Perilaku atau tindakan yang dapat menyebabkan kerusakan alam, antara lain:
1.     Penebangan hutan secara liar; Hutan-hutan ini kaya akan sumber daya alam. Hutan dapat menghasilkan kayu. Hutan juga menjadi tempat tinggal berbagai jenis hewan. Hutan melindungi tanah dan air yang ada di bawahnya. Hutan juga mencegah terjadinya banjir. Tanpa hutan sungai akan mengering. Tanpa hutan banjir akan menerjang.
2.     Ladang berpindah, masyarakat Indonesia membuka hutan untuk berladang. Setelah lading tersebut tidak subur lagi, mereka membuka ladang di tempat yang lain. Membuka ladang baru biasanya disertai dengan membakar hutan.
3.     Membuang sampah sembarangan. membuangnya ke sungai atau ke selokan air. Ini bisa berbahaya, karena dapat menyebabkan banjir. Selain itu, sampah dapat merusak dan membunuh makhluk hidup yang hidup di sungai.
4.     Sampah dari limbah industri ini sangat berbahaya karena mengandung racun. Limbah industri bisa membahayakan hidup manusiadan makhluk hidup lainnya. Karena itu, limbah industri harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang.
Keadaan alam sangat mempengaruhi keadaan sosial budaya. Keragaman sosial, misalnya dari segi pendidikan, Kehidupan di bidang Teknologi. Keragaman sosial budaya di Indonesia antara lain disebabkan karena adanya keragaman kenampakan alam. Misalnya, keragaman mata pencarian.
Mata pencarian atau pekerjaan penduduk dataran tinggi berbeda dengan penduduk sekitar pantai. Kebanyakan penduduk dataran tinggi mengusahakan pertanian holtikultura. Kebanyakan penduduk yang tinggal di sekitar pantai bekerja sebagai nelayan.
Persebaran Sumber Daya Alam
1.     Sumber daya alam adalah semua kekayaan alam berupa benda mati atau makhluk hidup yang berada di bumi yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
2.     Sumber daya alam di sekitar kita  antara lain sebagai berikut:
a.     Tanah dan segala yang dapat diusahakan di atasnya. Misalnya, pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
b.     Bahan galian / tambang, yaitu bahan yang terdapat di dalam tanah. Misalnya: minyak bumi, batu bara, besi, tembaga, nikel, timah, dan lain-lain.
c.     Kekayaan alam yang ada di laut, sungai, dan danau. Misalnya, ikan, udang, mutiara, rumput laut, garam, dan lain-lain.
d.     Keindahan alam, misalnya pantai pasir putih, danau, lembah, gunung, air terjun, hutan, dan sebagainya.
3.     Berdasarkan sifatnya, kita dapat menggolongkan sumber daya alam menjadi dua, yaitu:
a.     Sumber daya alam yang dapat diperbarui ialah kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan terus-menerus karena dapat tersedia kembali, karena siklus alam maupun karena perkembangbiakan. Contoh: tanah, hutan, hewan, air, dan udara.
1)     Tanah adalah tempat kita semua berpijak. Ada banyak sekali jenis tanah antara lain:
-           Tanah vulkanik,berasal dari endapan abu letusan gunung berapi, sangat subur. Tanah ini sangat baik untuk bercocok tanam. Tanah vukanik dapat ditemukan di lereng-lereng gunung berapi.
-           Tanah humus (tanah organic); Daun-daunan jatuh ke tanah kemudian membusuk. Setelah membusuk dedaunan itu bercampur dengan tanah. Tanah humus sangat subur dan baik untuk bercocok tanam. Kita dapat menemukan tanah humus di hutan-hutan yang masih lebat.
-           Tanah gambut; Terbentuk dari tumbuh-tumbuhan rawa yang membusuk dan tertimbun selama bertahun-tahun. Ciri tanah gambut adalah lunak dan basah. Tanah gambut kurang baik untuk pertanian karena tidak subur. Tanah gambut banyak terdapat di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
2)     Hutan; Salah satu ciri hutan adalah banyak pepohonan dan banyak binatang yang berkeliaran.Kegunaan hutan antara lain untuk menahan erosi, menyimpan air, menyediakan kayu  untuk bahan-bahan bangunan, dan sebagai paru-paru lingkungan. Penyebab kerusakan hutan antara lain:
-           penebangan hutan secara liar,
-           kebakaran hutan yang terjadi pada musim kemarau,
-           pembakaran hutan untuk membuat ladang.
3)     Hewan;  Hewan termasuk sumber daya alam yang dapat diperbarui, terbagi dalam;
-           Binatang liar bisa berkembang biak sendiri. Contohnya; lain gajah, harimau, buaya, rusa, beruang dan kancil.
-           Hewan ternak sengaja dibudidayakan. Hewan ternak dipelihara untuk mendatangkan penghasilan. Orang yang memelihara hewan ternak disebut peternak. . sapi, kambing, ayam, itik, kelinci, dan kerbau.
-           Ada juga hewan-hewan langka yang sengaja ditangkarkan. Contohnya;  Komodo
4)     Air;  Semua makhluk hidup memerlukan air.  Manusia menggunakan air untuk diminum, mandi, mencuci, dan memasak. Selain untuk keperluan sehari-hari, masih banyak kegunaan air. Antara lain untuk mengairi sawah, memelihara ikan, sarana transportasi, dan pembangkit listrik. Kita dapat memperoleh air bersih dari sumur, mata air, air hujan, dan air dari PAM.
3.     Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui;  ialah sumber daya alam yang dapat habis. Contoh sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui:
a.     Bahan tambang mineral logam; adalah bahan tambang yang berwujud bijih. Contohnya bijih besi, nikel, emas, tembaga, timah, dan bijih bauksit. Mineral logam dibagi menjadi dua, yaitu:
1)     logam murni; Logam murni digunakan dalam kondisi murni tanpa campuran. Contoh logam murni adalah emas, timah, seng, dan aluminium. Biasanya kaleng minuman menggunakan aluminium murni. Sementara kabel listrik terbuat dari tembaga murni.
2)     logam campuran; Bahan tambang logam tidak murni atau dipakai dalam keadaan dicampur. Misalnya, campuran tembaga, timah, dan seng pada pembuatan kapal. Bahan campuran ini lebih tahan menghadapi proses perubahan.
b.     Bahan tambang mineral bukan logam; Contoh bahan tambang bukan logam adalah batu kapur, belerang, pasir, kaolin, asbes, mika, tanah liat, intan.
c.     Bahan tambang sumber tenaga (energi); Minyak bumi, gas alam,dan batu bara termasuk sumber tenaga / energi yang paling banyak digunakan.
1)     Minyak bumi harus diolah terlebih dahulu sebelum digunakan. Ada bermacam-macam produk pengolahan minyak bumi. Misalnya minyak tanah, solar, pelumas, ter, bensin, bensol, dan aspal. Masing-masing produk pengolahan ini mempunyai kegunaan yang berbeda-beda. Pertamina adalah perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi nasional.
2)     Gas alam biasanya terdapat bersama minyak bumi. Gas alam digunakan sebagai bahan pembuat pupuk. Selain itu, gas alam juga digunakan untuk bahan bakar kompor gas.
3)     Batu bara dimanfaatkan untuk bahan bakar. Kereta api, kapal laut, dan pembangkit listrik menggunakan batu bara sebagai bahan bakar. Selain itu, batu bara digunakan untuk membuat sutera tiruan, karet tiruan, bensin tiruan, sabun, dan ter.
4.     Persebaran hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan :
a.     Persebaran hasil pertanian; Hasil pertanian negara kita antara lain;
1)     Padi (beras); Daerah penghasil padi (beras) antara lain Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Barat.
2)     Jagung; Daerah penghasil jagung antara lain Jawa Tengah, Jawa dan Sulawesi
3)     Ubi kayu (singkong); Daerah penghasil singkong adalah Sumatera Selatan, Lampung, Madura, Jawa Tengah dan Yogyakarta
4)     Kedelai; Daerah penghasil kedelai adalah Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur
5)     Kacang tanah; Daerah penghasil kacang tanah ialah Sumatera Timur, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
b.     Persebaran hasil perkebunan: Hasil perkebunan negara kita antara lain:
1)     Tebu  ( Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Nangroe Aceh Darussalam).
2)     Tembakau ( Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa Tengah dan Jawa Timur)
3)     Teh (Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Sumatera Barat).
4)     Kopi (Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Bengkulu, Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi, Flores).
5)     Karet (NAD, Sumatera Utara, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan).
6)     Kelapa kopra (JaBar, JaTeng, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Utara dan Kalimantan Selatan)
7)     Kelapa Sawit (NAD, kalimantan dan Sumatera Utara).
8)     Cokelat  (Jawa Tengah dan Sulawesi Tenggara).
9)     Pala  (Jawa Barat dan Maluku).
10)  Cengkeh  (NAD, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Utara dan Maluku).
11)  Lada  (Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat).
12)  Vanili  (Flores, Papua, dan daerah-daerah lainnya di Indonesia).
c.     Persebaran hasil kehutanan; Hasil peternakan negara kita antara lain:
1)     Kayu keruing, kayu meranti, dan kayu agathis (Kalimantan, Sulawesi, dan Papua).
2)     Kayu jati dihasilkan di daerah Jawa Tengah.
3)     Kayu cendana banyak dihasilkan di Nusa Tenggara Timur.
4)     Akasia dan rasamala dihasilkan di daerah Jawa Barat.
5)     Rotan dihasilkan dari daerah Kalimantan, Sumatera Barat, Sumatera Utara.
d.     Persebaran hasil peternakan; Hasil peternakan negara kita antara lain:
1)     Sapi  (Sumatera, Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara Barat).
2)     Kerbau. Daerah penghasil kerbau adalah Aceh, Sulawesi, dan Jawa.
3)     Kuda. Daerah penghasil kuda adalah Nusa Tenggara Timur (Pulau Sumba) dan Sumatera Barat.
4)     Babi  (Bali, Maluku, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, Jawa Barat)
e.     Persebaran hasil perikanan
1)     Budi daya udang dan bandeng, terdapat di pantai utara Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.
2)     Daerah penangkapan ikan (nelayan tradisional dan modern) antara lain;
-           Sumatera Timur (Bagan Siapi-api) dan Bengkalis untuk jenis ikan terubuk, ikan tenggiri, cumi-cumi, udang, rumput Laut
-           ikan layang-layang ditangkap dari daerah Laut Jawa, Selat Sunda, Pantai Selatan (Cilacap), Selat Bali, Selat Flores, dan Selat Makasar.
-           Kepulauan Maluku (Ambon) menghasilkan tiram, mutiara, dan tongkol.
3)     Budidaya ikan di darat. Budidaya ikan di darat itu ada bermacam- macam, antara lain di tambak / empang, waduk / bendungan, sawah ( sistem minapadi), sungai (sistem keramba), dan di danau.
5.     Peta persebaran pertambangan; Berikut ini daerah persebarannya:
a.     Minyak bumi; Daerah-daerah penghasil tambang minyak sebagai berikut.
1)     Tambang minyak di pulau Sumatera terdapat di Aceh (Lhoksumawe dan Peureula); Sumatera Utara (Tanjung Pura); Riau (Sungaipakning, Dumai); dan Sumatera Selatan (Plaju, Sungai Gerong, Muara Enim).
2)     Tambang minyak di pulau Jawa terdapat di Wonokromo, Delta (Jawa Timur); Cepu, Cilacap di (Jawa Tengah); dan Majalengka, Jatibarang (Jawa Barat).
3)     Tambang minyak di pulau Kalimantan terdapat di Balikpapan, Pulau Tarakan, Pulau Bunyu dan Sungai Mahakam (Kalimantan Timur) serta Amuntai, Tanjung, dan Rantau (Kalimantan Selatan)
4)     Maluku (Pulau Seram dan Tenggara), serta
5)     Irian Jaya (Klamono, Sorong, dan Babo).
b.     Bauksit (bijih aluminium) ;Riau (Pulau Bintan) dan Kalimantan Barat (Singkawang).
c.     Batu bara;  Sumatera Barat (Ombilin, Sawahlunto), Sumatera Selatan (Bukit Asam, Tanjungenim), Kalimantan Timur (Lembah Sungai Berau, Samarinda), Kalimantan Selatan (Kotabaru/Pulau Laut), Kalimantan tengah (Purukcahu), Sulawesi Selatan (Makassar), dan Papua (Klamono).
d.     Besi;  Lampung (Gunung Tegak), Kalimantan Selatan (Pulau Sebuku), Sulawesi Selatan (Pegunungan Verbeek), dan Jawa Tengah (Cilacap).
e.     Timah;  Pulau Bangka (Sungai Liat), Pulau Belitung (Manggara), dan Pulau Singkep (Dabo).
f.      Emas; NAD (Meulaboh), Riau (Logos), Bengkulu (Rejang Lebong), Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow, Minahasa), Kalimantan Barat (Sambas), Jawa Barat (Cikotok, Pongkor), dan Freeport (Timika, Papua).
g.     Tembaga; Penambangan tembaga terdapat di daerah Irian Jaya (Tembagapura).
h.     Nikel; Ditambang dari daerah Sulawesi Tenggara (Soroako).
i.      Marmer; Ditambang dari daerah Jawa Timur (Tulungagung), Lampung, Makassar, Timor.
j.      Mangan; Yogyakarta (Kliripan), Jawa Barat (Tasikmalaya), dan Kalimantan Selatan (Martapura).
k.     Aspal Ditambang dari daerah Sulawesi Tenggara (Pulau Buton).
l.      Belerang;  Ditambang dari daerah Jawa Barat (Gunung Patuha), Jawa Timur (Gunung Welirang).
m.    Yodium; Ditambang dari daerah Jawa Tengah (Semarang), Jawa Timur (Mojokerto).
6.     Memanfaatkan Sumber Daya Alam; Negara kita memiliki sumber daya alam yang berlimpah ruah. Seharusnya kekayaan alam dimanfaatkan untuk kemakmuran bersama seluruh rakyat Indonesia. Hal ini telah diatur di dalam UUD 1945 Bab XIV, Pasal 33 ayat (3). Bunyi ayat ini sebagai berikut. “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesarbesarnya kemakmuran rakyat.”
7.     Bagaimana memanfaatkan kekayaan sumber daya alam  ;
a.     Memanfaakan sumber daya alam tanah;  Banyak kegiatan ekonomi yang sangat tergantung pada tanah. Di antaranya kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan, dan industri berbahan baku tanah.
1)     Usaha pertanian; Tanah kita yang subur sangat cocok untuk usaha pertanian.
-           Jagung dapat diolah menjadi pakan ternak dan bermacam-macam makanan kecil.
-           Kacang kedelai dapat diolah menjadi tahu, tempe, kecap, dan susu.
-           Ubi kayu dapat diolah menjadi makanan ringan seperti keripik, getuk, dan tepung tapioka.
2)     Usaha perkebunan; Hasil perkebunan dapat diolah menjadi produk industri. Contohnya sebagai berikut;
-           Kelapa sawit diolah menjadi minyak goreng dan margarin.
-           Kopi, cokelat, dan teh untuk bahan baku pembuatan minuman.
-           Cengkeh dan tembakau untuk bahan pembuatan rokok dan obatobatan.
-           Karet menjadi bahan baku untuk membuat ban.
-           Tebu mejadi bahan dasar pembuatan gula pasir.
-           Rosela menjadi bahan dasar membuat karung goni.
-           Kina digunakan sebagai bahan dasar pembuat obat malaria.
3)     Usaha peternakan; Produk-produk usaha peternakan banyak sekali. Berikut ini di antaranya ;
-           Sapi, kerbau, sapi, kambing, dan domba menghasilkan dagingnya untuk dikonsumsi dan sumber protein hewani.
-           Ayam menghasilkan daging dan telur.
-           Ulat sutera menghasilkan bahan baku pembuatan kain sutera.
4)     Usaha industri berbahan baku tanah;  Contoh industri dengan bahan baku tanah adalah industri genting, batu bata, dan gerabah.
b.     Memanfaakan sumber daya alam air, cara memanfaatkannya di antara ;
1)     Menangkap ikan yang hidup di air secara alami. Usaha ini dilakukan oleh para nelayan.
2)     Membudidayakan rumput laut. Rumput laut menjadi bahan baku makanan dan obat.
3)     Memelihara ikan dan udang di kolam, empang, dan tambak.
4)     Mengembangkan wisata air, misalnya selancar, arum jeram, dan menyelam.
5)     Menjadikan air sebagai sarana transportasi.
6)     Membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
7)     Membangun irigasi untuk usaha pertanian.
C.    Memanfaatkan sumber daya alam hutan
Banyak sekali manfaat hutan, seperti:
1)     Hutan menjadi penyaring udara.
2)     Hutan menahan erosi dan membantu peresapan air.
3)     Hutan menjadi tempat tinggal bermacam-macam hewan.
4)     Hutan menghasilkan berbagai jenis kayu, bambu, dan rotan. Kayu bisa diolah menjadi bahan bangunan, bahan mebel, dan kertas. Bambu dan rotan menjadi bahan baku mebel dan industri kerajinan.
D.    Memanfaatkan hasil tambang
Hasil tambang diambil dari perut bumi digunakan untuk berbagai keperluan. Berikut ini di antaranya;
1)       Minyak bumi diolah menjadi avtur, bensol, kerosin, bensin, solar, dan minyak tanah. Avtur digunakan sebagaibahan baker pesawat terbang. Bensin dan solar untuk bahan bakar kendaraan bermotor. Minyak tanah menjadi bahan bakar kompor.
2)       Bijih besi digunakan untuk bahan baku pembuatan mesin pabrik, kendaraan bermotor, jembatan, campuran pisau dan gunting, dan baja.
3)       Batu bara menjadi bahan bakar kereta api, kapal laut, dan pembangkit listrik.
4)       Bouksit untuk bahan baku aluminium. Alumunium dimanfaatkan untuk membuat pesawat dan alat-alat rumah tangga.
5)       Mangan untuk pembuatan besi baja.
6)       Belerang untuk campuran obat.
7)       Marmer untuk bahan bangunan rumah atau gedung.
8)       Emas dan perak untuk perhiasan, misalnya cincin, gelang, kalung, anting, bros, dan sebagainya.
8.     Menjaga Kelestarian Sumber Daya Alam
Kita wajib menjaga kekayaan sumber daya alam negara kita. Kita tidak bisa memakai SDA tanpa perhitungan. Jika tidak hati-hati sumber daya alam akan cepat habis dan rusak. Karena itu, kita harus menjaga kelestarian sumber daya alam.
A.    Cara-cara menjaga kelestarian hutan
1)     Mengganti tanaman tua dengan tanaman muda.   4)     Tidak menebang pohon sembarangan
2)     Mengadakan penghijauan atau reboisasi.                5)     Mencegah perladangan berpindah
3)     Mencegah terjadinya kebakaran hutan.
B.    Cara-cara menjaga kelestarian kekayaan air
1) Menjaga kelestarian hutan.
2)     Menjaga kebersihan di lingkungan perairan.
3)     Tidak membuang sampah ke sungai atau ke laut.
4)     Menghemat pemakaian air.
5)     Menghindari menangkap ikan menggunakan bom (dinamit) dan pukat harimau.
C.    Cara-cara menjaga kelestarian tanah
Tanah harus dipelihara supaya tetap subur dan tidak tandus. Caranya sebagai berikut;
1)     Melakukan pemupukan secara benar.
2)     Tidak mencemari tanah dengan sampah-sampah plastik.
3)     Menanam beberapa jenis tanaman secara bergiliran.
4)     Tidak menebang semua pohon-pohon besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar