Kenampakan alam adalah berbagai bentukan muka bumi
yang terjadi secara alamiah. Kenampakan alam terdiri dari dua bagian pokok,
yakni; kenampakan alam berupa
daratan dan perairan.
Kenampakan
alam Daratan, Bentuk
daratan bermacam-macam, antara lain;
1. Gunung; Ada dua
macam gunung, yaitu;
a. Gunung berapi
menghasilkan barang-barang tambang, seperti, batu, pasir, belerang, dan sumber
air panas. Sumber air panas dapat menjadi daya tarik pariwisata bagi daerah.
b. Gunung yang
tidak berapi bisa dimanfaatkan untuk kegiatan perkebunan, kehutanan, suaka
margasatwa, atau tempat rekreasi.
2. Pegunungan
adalah bagian dari dataran yang bergunung-gunung. Tingginya lebih
dari 700 meter di atas permukaan laut, berhawa sejuk dan sering dimanfaatkan
untuk tempat rekreasi, peristirahatan, dan pertanian. Pertanian yang dikembangkan di daerah pegunungan
adalah pertanian hortikultura. Pertanian
hortikultura adalah pertanian yang mengembangkan jenis tanaman
sayur-sayur dan buah-buahan.
3. Dataran tinggi, Permukaan dataran tinggi terletak di atas 200 meter dari
permukaan laut. Dataran tinggi dapat dimanfaatkan manusia, misalnya sebagai
tempat peristirahatan, tempat menanam berbagai jenis sayuran dan buah-buahan.
Dataran tinggi biasanya merupakan daerah yang sejuk.
4. Dataran rendah adalah wilayah di daratan dengan
ketinggian antara 0–200 meter di atas permukaan laut. Umumnya daerah
dataran rendah terdapat di sekitar pantai. Daerah dataran rendah dapat
dimanfaatkan manusia untuk kegiatan pertanian, peternakan, perumahan,
membangun industri, perkebunan tebu, perkebunan kelapa, dan sebagainya.
e. Pantai adalah
bagian dari daratan yang berbatasan langsung dengan laut.
Kenampakan alam perairan terdiri dari:
1. Sungai, tanah basah yang selalu digenangi air
dan ditumbuhi tanaman. Sungai-sungai di Indonesia sangat banyak. Umumnya sungai-sungai besar
terdapat di pulau-pulau besar seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan,
Sulawesi, dan Papua. Sungai-sungai besar dapat dimanfaatkan sebagai
sarana transportasi.
2. Danau, cekungan yang
cukup luas di permukaan bumi yang digenangi oleh air, contohnya;
3. Selat ialah laut yang sempit di antara pulau. Selat
menghubungkan satu pulau dengan pulau-pulau lainnya.
Secara
garis besar berdasarkan penyebabnya bencana alam dibedakan menjadi tiga yaitu:
1. Bencana Alam
Geologis adalah bencana alam yang disebabkan oleh faktor yang bersumber dari
bumi.
2. Bencana Alam
Klimatologis adalah bencana alam yang disebabkan oleh cuaca yang berubah.
3. Bencana Alam
Ekstraterestrial adalah bencana alam yang disebabkan oleh benda dari luar
angkasa
Selain harus menyesuaikan diri dengan kenampakan
alam, manusia juga menghadapi gejala-gejala alam. Contoh gejala alam adalah:
1. Gempa bumi, bisa
disebabkan oleh aktivitas gunung berapi (gempa vulkanik). Atau juga bisa disebabkan oleh
pergeseran lempeng bumi ( gempa tektonik).
Beberapa
gejala alam yang patut dicermati dan dianggap sebagai tanda akan adanya gempa,
sebagai berikut:
a. Adanya awan yang
berbentuk aneh seperti batang yang berdiri secara lurus ke atas.
b. Terdapat medan
elektromagnetik diuji dengan cara melihat siaran televisi.
c. Perilaku
hewan-hewan yang ada di sekitar kita
2. Gunung
meletus, gunung api yang masih aktif bisa meletus sewaktu-waktu. Ketika
meletus, gunung api mengeluarkan:
- Magma adalah cairan sangat panas yang terdapat
di perut bumi.
- Lava
adalah magma yang keluar dari perut bumi.
- Lapili adalah Kerikil yang
dimuntahkan ketika gunung api meletus.
- Abu
halus adalah muntahan gunung api yang paling kecil.
- Awan
panas terbentuk dari debu muntahan gunung api yang melayang-layang di
udara.
2. Banjir, Hujan deras terus-menerus biasanya
akan diikuti bencana banjir. Lahan hutan digunduli juga dapat menyebabkan
banjir. Banjir juga dapat disebabkan oleh kebiasaan buruk manusia. Misalnya,
kebiasaan membuang sampah ke sungai dan ke selokan air. Gejala awal teerjadinya
banjir seperti: Curah hujan tinggi, hujan berlangsung lama, naiknya permukaan
air.
Berikut ini merupakan beberapa akibat yang ditimbulkan banjir, antara lain;
a. Bangunan dan
tempat tinggal, serta harta benda rusak karena terendam air.
b. Penduduk
terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya dan mengungsi di tempat lain.
c. Pabrik dan
kantor-kantor terpaksa berhenti bekerja.
d. Jalan dan
jembatan rusak.
e. Timbul
berbagai macam penyakit, seperti penyakit kulit dan penyakit menular lainnya.
4. Kekeringan, menyebakan terjadinya
kekurangan air bersih.
5. Tanah longsor merupakan gejala alam
yang terjadi di sekitar kawasan pegunungan. Semakin curam kemiringan lereng
suatu kawasan, semakin besar pula kemungkinan terjadi longsor Ada tiga tanda
untuk memantau kemungkinan terjadinya tanah longsor yaitu:
a. Keretakan pada
tanah yang berbentuk konsentris (terpusat) seperti lingkaran atau paralel dan
lebarnya beberapa sentimeter dengan panjang beberapa meter. Bentuk retakan dan
ukurannya yang semakin lebar merupakan parameter ukur umum semakin dekatnya
waktu longsor.
b. Penampakan
runtuhnya bagian-bagian tanah dalam jumlah besar.
c. Kejadian longsor
di satu tempat menjadi pertanda kawasan tanah longsor lebih luas lagi.
d. Tiang listrik /
pohon menjadi miring.
6. Tsunami merupakan
gejala susulan akibat gempa bumi yang berpusat di dasar laut. Beberapa petunjuk
yang diberikan alam sebelum terjadinya tsunami antara lain:.
a. Adanya suara gemuruh di laut, hal ini akibat
adanya pergeseran lapisan tanah.
b. Laut tiba-tiba menyurut sampai agak jauh ke
tengah.
c. Karena surutnya laut maka akan tercium bau
khas laut seperti bau amis.
d. Burung-burung laut terbang dengan kecepatan
tinggi menuju daratan.
Pengaruh Kekurangan air bersih bagi kehidupan
masyarakat di antaranya;
1. Orang semakin
sulit untuk mendapatkan air bersih.
2. Untuk
mendapatkan air bersih orang harus membeli air dari pedagang air.
3. Banyak penduduk terserang penyakit karena mereka meminum,
4. memasak, dan mandi memakai air yang tercemar.
Ada bencana alam yang terjadi
karena perilaku buruk manusia. Misalnya banjir dan kekeringan. Hal itu bisa
disebabkan oleh: perilaku menebang hutan
secara sembarangan, perladangan berpindah, dan membuang sampah sembarangan. Perilaku
atau tindakan yang dapat menyebabkan kerusakan alam, antara lain:
1. Penebangan hutan secara liar; Hutan-hutan ini
kaya akan sumber daya alam. Hutan dapat menghasilkan kayu. Hutan juga menjadi
tempat tinggal berbagai jenis hewan. Hutan melindungi tanah dan air yang ada di
bawahnya. Hutan juga mencegah terjadinya banjir. Tanpa hutan sungai akan
mengering. Tanpa hutan banjir akan menerjang.
2. Ladang berpindah, masyarakat Indonesia membuka hutan untuk
berladang. Setelah lading tersebut tidak subur lagi, mereka membuka ladang di
tempat yang lain. Membuka ladang baru biasanya disertai dengan membakar hutan.
3. Membuang sampah sembarangan. membuangnya ke
sungai atau ke selokan air. Ini bisa berbahaya, karena dapat menyebabkan
banjir. Selain itu, sampah dapat merusak dan membunuh makhluk hidup yang hidup
di sungai.
4. Sampah dari
limbah industri ini sangat berbahaya karena mengandung racun. Limbah industri
bisa membahayakan hidup manusiadan makhluk hidup lainnya. Karena itu, limbah
industri harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang.
Keadaan alam sangat mempengaruhi keadaan sosial
budaya. Keragaman sosial, misalnya dari segi pendidikan,
Kehidupan di bidang Teknologi. Keragaman sosial budaya di Indonesia
antara lain disebabkan karena adanya keragaman kenampakan alam. Misalnya, keragaman mata pencarian.
Mata
pencarian atau pekerjaan penduduk dataran tinggi berbeda dengan penduduk
sekitar pantai. Kebanyakan penduduk dataran tinggi mengusahakan pertanian
holtikultura. Kebanyakan penduduk yang tinggal di sekitar pantai bekerja
sebagai nelayan.
Persebaran Sumber Daya Alam
1. Sumber daya alam adalah semua kekayaan alam berupa benda mati atau makhluk hidup yang berada di
bumi yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
2. Sumber
daya alam di sekitar kita antara
lain sebagai berikut:
a. Tanah
dan segala yang dapat diusahakan di atasnya. Misalnya, pertanian, perkebunan,
peternakan, dan perikanan.
b. Bahan
galian / tambang, yaitu bahan yang terdapat di dalam tanah. Misalnya:
minyak bumi, batu bara, besi, tembaga, nikel, timah, dan lain-lain.
c. Kekayaan
alam yang ada di laut, sungai, dan danau. Misalnya, ikan,
udang, mutiara, rumput laut, garam, dan lain-lain.
d. Keindahan
alam, misalnya pantai pasir putih, danau, lembah, gunung, air terjun, hutan,
dan sebagainya.
3. Berdasarkan
sifatnya, kita dapat menggolongkan sumber daya alam menjadi dua, yaitu:
a. Sumber daya alam yang dapat diperbarui ialah kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan terus-menerus karena dapat
tersedia kembali, karena siklus alam maupun karena perkembangbiakan.
Contoh: tanah, hutan, hewan, air, dan udara.
1) Tanah adalah tempat kita semua berpijak. Ada
banyak sekali jenis tanah antara lain:
- Tanah
vulkanik,berasal dari endapan abu letusan gunung berapi, sangat subur.
Tanah ini sangat baik untuk bercocok tanam. Tanah vukanik dapat
ditemukan di lereng-lereng gunung berapi.
- Tanah
humus (tanah organic); Daun-daunan jatuh ke tanah
kemudian membusuk. Setelah membusuk dedaunan itu bercampur dengan tanah.
Tanah humus sangat subur dan baik untuk bercocok tanam. Kita dapat menemukan
tanah humus di hutan-hutan yang masih lebat.
- Tanah
gambut; Terbentuk dari tumbuh-tumbuhan rawa yang membusuk dan tertimbun
selama bertahun-tahun. Ciri tanah gambut adalah lunak dan basah. Tanah
gambut kurang baik untuk pertanian karena tidak subur. Tanah gambut
banyak terdapat di Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
2) Hutan; Salah satu ciri hutan adalah banyak
pepohonan dan banyak binatang yang berkeliaran.Kegunaan hutan antara lain untuk
menahan erosi, menyimpan air, menyediakan kayu
untuk bahan-bahan bangunan, dan sebagai paru-paru lingkungan. Penyebab
kerusakan hutan antara lain:
- penebangan
hutan secara liar,
- kebakaran
hutan yang terjadi pada musim kemarau,
- pembakaran
hutan untuk membuat ladang.
3) Hewan; Hewan
termasuk sumber daya alam yang dapat diperbarui, terbagi dalam;
- Binatang
liar bisa berkembang biak sendiri. Contohnya; lain gajah, harimau, buaya, rusa,
beruang dan kancil.
- Hewan
ternak sengaja dibudidayakan. Hewan ternak dipelihara untuk mendatangkan
penghasilan. Orang yang memelihara hewan ternak disebut peternak. . sapi, kambing,
ayam, itik, kelinci, dan kerbau.
- Ada juga
hewan-hewan langka yang sengaja ditangkarkan. Contohnya; Komodo
4) Air; Semua
makhluk hidup memerlukan air. Manusia
menggunakan air untuk diminum, mandi, mencuci, dan memasak. Selain untuk
keperluan sehari-hari, masih banyak kegunaan air. Antara lain untuk
mengairi sawah, memelihara ikan, sarana transportasi, dan pembangkit
listrik. Kita dapat memperoleh air bersih dari sumur, mata air, air hujan,
dan air dari PAM.
3. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui; ialah
sumber daya alam yang
dapat habis. Contoh sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui:
a. Bahan
tambang mineral logam; adalah bahan tambang yang berwujud bijih.
Contohnya bijih besi, nikel, emas, tembaga, timah, dan bijih bauksit. Mineral
logam dibagi menjadi dua, yaitu:
1) logam murni; Logam
murni digunakan dalam kondisi murni tanpa campuran. Contoh logam murni
adalah emas, timah, seng, dan aluminium. Biasanya kaleng minuman
menggunakan aluminium murni. Sementara kabel listrik terbuat dari
tembaga murni.
2) logam campuran; Bahan tambang logam
tidak murni atau dipakai dalam keadaan dicampur.
Misalnya, campuran tembaga, timah, dan seng pada pembuatan kapal. Bahan campuran ini lebih tahan menghadapi proses
perubahan.
b. Bahan
tambang mineral bukan logam; Contoh bahan tambang bukan logam adalah batu
kapur, belerang, pasir, kaolin, asbes, mika, tanah liat, intan.
c. Bahan
tambang sumber tenaga (energi); Minyak bumi, gas alam,dan batu bara
termasuk sumber tenaga / energi yang paling banyak digunakan.
1) Minyak bumi harus diolah terlebih
dahulu sebelum digunakan. Ada bermacam-macam produk pengolahan minyak bumi.
Misalnya minyak tanah, solar, pelumas, ter, bensin, bensol, dan aspal.
Masing-masing produk pengolahan ini mempunyai kegunaan yang berbeda-beda. Pertamina adalah perusahaan
pertambangan minyak dan gas bumi nasional.
2) Gas alam biasanya terdapat bersama
minyak bumi. Gas alam digunakan sebagai bahan pembuat pupuk. Selain itu, gas
alam juga digunakan untuk bahan bakar kompor gas.
3) Batu bara dimanfaatkan untuk bahan
bakar. Kereta api, kapal laut, dan pembangkit listrik menggunakan batu bara
sebagai bahan bakar. Selain itu, batu bara digunakan untuk membuat sutera
tiruan, karet tiruan, bensin tiruan, sabun, dan ter.
4. Persebaran hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan,
dan perikanan :
a. Persebaran hasil pertanian; Hasil pertanian
negara kita antara lain;
1) Padi
(beras); Daerah penghasil padi (beras) antara lain Aceh, Sumatera Barat,
Sumatera Selatan, Jawa, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Nusa
Tenggara Barat.
2) Jagung; Daerah
penghasil jagung antara lain Jawa Tengah, Jawa dan Sulawesi
3) Ubi kayu
(singkong); Daerah penghasil singkong adalah Sumatera Selatan, Lampung, Madura,
Jawa Tengah dan Yogyakarta
4) Kedelai; Daerah
penghasil kedelai adalah Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur
5) Kacang
tanah; Daerah penghasil kacang tanah ialah Sumatera Timur, Sumatera Barat,
Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
b. Persebaran hasil perkebunan: Hasil perkebunan
negara kita antara lain:
1) Tebu ( Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta,
Jawa Timur, dan Nangroe Aceh Darussalam).
2) Tembakau (
Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa
Tengah dan Jawa Timur)
3) Teh (Jawa
Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Sumatera Barat).
4) Kopi (Jawa
Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Bengkulu, Sumatera Utara,
Lampung, Sulawesi, Flores).
5) Karet (NAD,
Sumatera Utara, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan
Selatan).
6) Kelapa
kopra (JaBar, JaTeng, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Utara dan
Kalimantan Selatan)
7) Kelapa
Sawit (NAD, kalimantan dan Sumatera Utara).
8) Cokelat (Jawa Tengah dan Sulawesi Tenggara).
9) Pala (Jawa Barat dan Maluku).
10) Cengkeh (NAD, Sumatera Utara, Jawa Barat,
Jawa Tengah, Sulawesi Utara dan Maluku).
11) Lada (Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan
dan Kalimantan Barat).
12) Vanili (Flores, Papua, dan daerah-daerah
lainnya di Indonesia).
c. Persebaran hasil kehutanan; Hasil peternakan
negara kita antara lain:
1) Kayu
keruing, kayu meranti, dan kayu agathis (Kalimantan, Sulawesi, dan Papua).
2) Kayu jati dihasilkan
di daerah Jawa Tengah.
3) Kayu
cendana banyak dihasilkan di Nusa Tenggara Timur.
4) Akasia dan
rasamala dihasilkan di daerah Jawa Barat.
5) Rotan dihasilkan
dari daerah Kalimantan, Sumatera Barat, Sumatera Utara.
d. Persebaran hasil peternakan; Hasil
peternakan negara kita antara lain:
1) Sapi (Sumatera, Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara
Barat).
2) Kerbau.
Daerah penghasil kerbau adalah Aceh, Sulawesi, dan Jawa.
3) Kuda.
Daerah penghasil kuda adalah Nusa Tenggara Timur (Pulau Sumba) dan Sumatera
Barat.
4) Babi (Bali, Maluku, Sulawesi Utara, Sumatera
Utara, Jawa Barat)
e. Persebaran hasil perikanan
1) Budi daya
udang dan bandeng, terdapat di pantai utara Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.
2) Daerah
penangkapan ikan (nelayan tradisional dan modern) antara lain;
- Sumatera
Timur (Bagan Siapi-api) dan Bengkalis untuk jenis ikan terubuk, ikan
tenggiri, cumi-cumi, udang, rumput Laut
- ikan
layang-layang ditangkap dari daerah Laut Jawa, Selat Sunda, Pantai Selatan
(Cilacap), Selat Bali, Selat Flores, dan Selat Makasar.
- Kepulauan
Maluku (Ambon) menghasilkan tiram, mutiara, dan tongkol.
3) Budidaya ikan
di darat. Budidaya ikan di darat itu ada bermacam- macam, antara lain di tambak
/ empang, waduk / bendungan, sawah ( sistem
minapadi), sungai (sistem keramba), dan di danau.
5. Peta persebaran pertambangan; Berikut ini
daerah persebarannya:
a. Minyak
bumi; Daerah-daerah penghasil tambang minyak sebagai berikut.
1) Tambang
minyak di pulau Sumatera terdapat di Aceh (Lhoksumawe dan Peureula); Sumatera
Utara (Tanjung Pura); Riau (Sungaipakning, Dumai); dan Sumatera Selatan (Plaju,
Sungai Gerong, Muara Enim).
2) Tambang
minyak di pulau Jawa terdapat di Wonokromo, Delta (Jawa Timur); Cepu, Cilacap
di (Jawa Tengah); dan Majalengka, Jatibarang (Jawa Barat).
3) Tambang
minyak di pulau Kalimantan terdapat di Balikpapan, Pulau Tarakan, Pulau Bunyu
dan Sungai Mahakam (Kalimantan Timur) serta Amuntai, Tanjung, dan Rantau
(Kalimantan Selatan)
4) Maluku (Pulau
Seram dan Tenggara), serta
5) Irian Jaya
(Klamono, Sorong, dan Babo).
b. Bauksit
(bijih aluminium) ;Riau (Pulau Bintan) dan Kalimantan Barat
(Singkawang).
c. Batu
bara; Sumatera Barat (Ombilin, Sawahlunto),
Sumatera Selatan (Bukit Asam, Tanjungenim), Kalimantan Timur (Lembah
Sungai Berau, Samarinda), Kalimantan Selatan (Kotabaru/Pulau
Laut), Kalimantan tengah (Purukcahu), Sulawesi Selatan
(Makassar), dan Papua (Klamono).
d. Besi; Lampung (Gunung Tegak), Kalimantan
Selatan (Pulau Sebuku), Sulawesi Selatan (Pegunungan Verbeek), dan Jawa
Tengah (Cilacap).
e. Timah; Pulau Bangka (Sungai Liat), Pulau
Belitung (Manggara), dan Pulau Singkep (Dabo).
f. Emas; NAD
(Meulaboh), Riau (Logos), Bengkulu (Rejang Lebong), Sulawesi Utara
(Bolaang Mongondow, Minahasa), Kalimantan Barat (Sambas), Jawa Barat
(Cikotok, Pongkor), dan Freeport (Timika, Papua).
g. Tembaga; Penambangan
tembaga terdapat di daerah Irian Jaya (Tembagapura).
h. Nikel; Ditambang
dari daerah Sulawesi Tenggara (Soroako).
i. Marmer; Ditambang
dari daerah Jawa Timur (Tulungagung), Lampung, Makassar, Timor.
j. Mangan; Yogyakarta
(Kliripan), Jawa Barat (Tasikmalaya), dan Kalimantan Selatan
(Martapura).
k. Aspal Ditambang
dari daerah Sulawesi Tenggara (Pulau Buton).
l. Belerang; Ditambang dari daerah Jawa Barat (Gunung
Patuha), Jawa Timur (Gunung Welirang).
m. Yodium; Ditambang
dari daerah Jawa Tengah (Semarang), Jawa Timur (Mojokerto).
6. Memanfaatkan Sumber Daya Alam; Negara kita memiliki
sumber daya alam yang berlimpah ruah. Seharusnya kekayaan alam
dimanfaatkan untuk kemakmuran bersama seluruh rakyat Indonesia. Hal ini telah
diatur di dalam UUD 1945 Bab XIV, Pasal
33 ayat (3). Bunyi ayat ini sebagai berikut. “Bumi dan air dan kekayaan
alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan
dipergunakan untuk sebesarbesarnya kemakmuran rakyat.”
7. Bagaimana memanfaatkan kekayaan sumber daya alam ;
a. Memanfaakan sumber daya alam tanah; Banyak kegiatan ekonomi yang
sangat tergantung pada tanah. Di antaranya kegiatan pertanian, perkebunan,
peternakan, dan industri berbahan baku tanah.
1) Usaha pertanian; Tanah kita yang subur sangat cocok untuk
usaha pertanian.
- Jagung
dapat diolah menjadi pakan ternak dan bermacam-macam makanan kecil.
- Kacang
kedelai dapat diolah menjadi tahu, tempe, kecap, dan susu.
- Ubi kayu
dapat diolah menjadi makanan ringan seperti keripik, getuk, dan tepung tapioka.
2) Usaha perkebunan; Hasil perkebunan dapat diolah menjadi
produk industri. Contohnya sebagai berikut;
- Kelapa
sawit diolah menjadi minyak goreng dan margarin.
- Kopi,
cokelat, dan teh untuk bahan baku pembuatan minuman.
- Cengkeh
dan tembakau untuk bahan pembuatan rokok dan obatobatan.
- Karet
menjadi bahan baku untuk membuat ban.
- Tebu
mejadi bahan dasar pembuatan gula pasir.
- Rosela
menjadi bahan dasar membuat karung goni.
- Kina
digunakan sebagai bahan dasar pembuat obat malaria.
3) Usaha peternakan; Produk-produk usaha peternakan
banyak sekali. Berikut ini di antaranya ;
- Sapi,
kerbau, sapi, kambing, dan domba menghasilkan dagingnya untuk dikonsumsi dan
sumber protein hewani.
- Ayam
menghasilkan daging dan telur.
- Ulat sutera menghasilkan bahan baku
pembuatan kain sutera.
4) Usaha industri berbahan
baku tanah; Contoh industri dengan bahan
baku tanah adalah industri genting, batu bata, dan gerabah.
b. Memanfaakan sumber daya
alam air, cara
memanfaatkannya di antara ;
1) Menangkap ikan yang hidup di air secara
alami. Usaha ini dilakukan oleh para nelayan.
2) Membudidayakan rumput laut. Rumput laut
menjadi bahan baku makanan dan obat.
3) Memelihara
ikan dan udang di kolam, empang, dan tambak.
4) Mengembangkan wisata air, misalnya selancar,
arum jeram, dan menyelam.
5) Menjadikan
air sebagai sarana transportasi.
6) Membangun
pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
7) Membangun
irigasi untuk usaha pertanian.
C. Memanfaatkan
sumber daya alam hutan
Banyak sekali manfaat hutan, seperti:
1) Hutan menjadi
penyaring udara.
2) Hutan menahan
erosi dan membantu peresapan air.
3) Hutan menjadi tempat tinggal bermacam-macam
hewan.
4) Hutan menghasilkan berbagai jenis kayu,
bambu, dan rotan. Kayu bisa diolah menjadi bahan bangunan, bahan
mebel, dan kertas. Bambu dan rotan menjadi bahan baku mebel dan industri
kerajinan.
D. Memanfaatkan hasil tambang
Hasil tambang diambil dari perut bumi
digunakan untuk berbagai keperluan. Berikut ini di antaranya;
1) Minyak
bumi diolah menjadi avtur, bensol, kerosin, bensin, solar, dan minyak tanah.
Avtur digunakan sebagaibahan baker pesawat terbang. Bensin dan solar untuk
bahan bakar kendaraan bermotor. Minyak tanah menjadi bahan bakar kompor.
2) Bijih besi digunakan untuk bahan baku
pembuatan mesin pabrik, kendaraan bermotor, jembatan, campuran pisau dan
gunting, dan baja.
3)
Batu bara menjadi bahan bakar kereta
api, kapal laut, dan pembangkit listrik.
4)
Bouksit untuk bahan baku aluminium. Alumunium
dimanfaatkan untuk membuat pesawat dan alat-alat rumah tangga.
5)
Mangan untuk pembuatan besi baja.
6) Belerang untuk campuran obat.
7)
Marmer untuk bahan bangunan rumah atau
gedung.
8)
Emas dan perak untuk perhiasan, misalnya
cincin, gelang, kalung, anting, bros, dan sebagainya.
8. Menjaga Kelestarian Sumber Daya Alam
Kita wajib menjaga kekayaan sumber daya alam negara
kita. Kita tidak bisa memakai SDA tanpa perhitungan. Jika tidak hati-hati
sumber daya alam akan cepat habis dan rusak. Karena itu, kita
harus menjaga kelestarian sumber daya alam.
A. Cara-cara menjaga kelestarian hutan
1) Mengganti tanaman tua dengan tanaman muda. 4) Tidak
menebang pohon sembarangan
2) Mengadakan penghijauan atau reboisasi. 5) Mencegah perladangan berpindah
3) Mencegah
terjadinya kebakaran hutan.
B. Cara-cara
menjaga kelestarian kekayaan air
1) Menjaga kelestarian hutan.
2) Menjaga
kebersihan di lingkungan perairan.
3) Tidak membuang
sampah ke sungai atau ke laut.
4) Menghemat
pemakaian air.
5) Menghindari
menangkap ikan menggunakan bom (dinamit) dan pukat harimau.
C. Cara-cara
menjaga kelestarian tanah
Tanah harus dipelihara supaya tetap subur dan tidak
tandus. Caranya sebagai berikut;
1) Melakukan
pemupukan secara benar.
2) Tidak
mencemari tanah dengan sampah-sampah plastik.
3) Menanam
beberapa jenis tanaman secara bergiliran.
4) Tidak
menebang semua pohon-pohon besar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar