Sejarah Sumpah Pemuda
Negara Indonesia pernah dijajah
oleh bangsa Portugis, Belanda dan Jepang. Penyebab negara Indonesia dijajah
karena tidak adanya persatuan. Penjajah menyukai bangsa yang terpecah belah.
Rakyat Indonesia banyak yang meninggal karena kekejaman penjajah. Penjajah
membatasi semua kegiatan rakyat Indonesia.
Setiap kegiatan yang
dilakukan harus seizin penjajah. Kekayaan alam yang dimiliki rakyat Indonesia
diambil secara paksa oleh penjajah. Rakyat Indonesia dipaksa bekerja untuk
kepentingan penjajah dan tidak diberi upah.
Ada sebagian rakyat
Indonesia yang memberanikan diri melawan para penjajah. Namun, perlawanan
rakyat masih bersifat kedaerahan, artinya hanya berjuang di daerahnya sendiri.
Perjuangan juga untuk kepentingan daerahnya masing-masing. Hal ini menyebabkan
belum bersatunya kekuatan rakyat untuk mengusir penjajah dari tanah air
Indonesia.
Pada 1908, rakyat Indonesia mulai
memiliki kesadaran untuk bersatu melawan penjajah. Para pemuda di berbagai
wilayah di Indonesia mulai mem bentuk per kumpulan untuk menentang penjajah.
Perkumpulan pemuda tersebut mem bawa nama daerah asalnya.
Beberapa perkumpulan pemuda atau sering
disebut organisasi pemuda yang ada di daerah Nusantara, di antaranya sebagai
berikut.
1. Jong
Batak, yaitu (Perkumpulan para pemuda Batak).
2. Jong
Java, yaitu (Perkumpulan para pemuda Jawa).
3. Jong
Sumatranen Bond, yaitu (Perkumpulan para pemuda
Sumatra).
4. Jong
Ambon, yaitu (Perkumpulan para pemuda Ambon).
5. Jong
Islamaten Bond, yaitu (Perkumpulan para Pemuda
Islam).
6. Jong
Minahasa, yaitu (Perkumpulan para pemuda Minahasa).
7. Jong
Celebes, yaitu (Perkumpulan para pemuda Sulawesi).
Organisasi pemuda yang telah terbentuk
masih bersifat kedaerahan. Mereka berjuang untuk daerah asalnya saja sehingga
sulit sekali menciptakan rasa persatuan. Hal tersebut disebabkan masih kuatnya
sifat kedaerahan yang mereka miliki.
Para pemuda ingin sekali berjuang untuk
memerdekakan negerinya, walaupun sifat kedaerahan masih kuat pada diri mereka.
Hal ini terlihat dengan disepakatinya pertemuan para pemuda.
Kongres Pemuda I, 30 April – 2 Mei 1926.
Pada 30 April–2 Mei 1926, para pemuda
yang ingin mewujudkan persatuan nasional, mengadakan Kongres Pemuda I di
Jakarta.
Ketuanya adalah M. Tabrani dan Sumarto
sebagai wakilnya. Sekretarisnya adalah Jamaludin Adinegoro, dan Suwarso sebagai
bendaharanya.
Tujuan Kongres Pemuda I adalah:
a)
Menyatukan berbagai perkumpulan pemuda.
b)
Memajukan paham persatuan Indonesia.
c)
Mempererat hubungan antar perkumpulan pemuda.
d)
Mempersiapkan Kongres Pemuda II.
Namun, Kongres Pemuda I belum berhasil
mempersatukan kegiatan pemuda dalam satu wadah. Kongres Pemuda I menghasilkan
gagasan persatuan dalam perjuangan untuk Indonesia merdeka.
Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928
Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 Di
Gedung Kramat 106 Jakarta, tempat berlangsungnya siding tersebut, para pemuda
yang datang tidak menunjukkan pemuda dari asal suku bangsa. Mereka menyebutnya
Pemuda Nasional. Sehingga apabila dilihat, para peserta sidang yang berada di
gedung Kramat 106 tersebut sudah menunjukkan “Bhinneka Tunggal Ika” (berbeda-beda tetapi tetap satu).
Dalam Kongres Pemuda II Sugondo Joyopuspito
terpilih sebagai ketua, Djoko Marsaid sebagai wakil ketua, Moh.
Yamin sebagai sekretaris dan Amir Syarifudin sebagai Bendahara.
Hasil Kongres Pemuda II :
1.
lagu “Indonesia
Raya” oleh Wage Rudolf Supratman, dengan gesekan biolanya. Dengan demikian,
lagu Indonesia Raya pertama dinyanyikan pada tanggal 28 Oktober 1928 dan dinyatakan sebagai lagu kebangsaan
2.
Bendera merah putih ditetapkan sebagai bendera
kebangsaan RI
3.
Ikrar “Sumpah Pemuda.”
SUMPAH PEMUDA
Pertama:
Kami putra dan putri
Indonesia bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia
Kedua
: Kami putra dan putri
Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Ketiga
: Kami putra dan putri Indonesia
menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Makna dari Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda merupakan peristiwa
bersejarah yang berperan penting dalam mencapai
kemer ekaan Republik Indonesia. Pada waktu itu, organisasi pemuda
berasal dari daerah yang berbeda. Setiap organisasi pemuda memiliki per bedaaan
bahasa, agama, suku bangsa, adat istiadat, dan budaya. Namun, mereka memiliki
tujuan yang sama, yaitu menjadikan Indonesia negara yang merdeka dan bebas dari
segala bentuk penjajahan.
Nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda
1. nilai
persatuan dan kesatuan;
2. nilai
kebersamaan;
3. nilai
cinta tanah air
Mewujudkan Rasa
Persatuan dan Kesatuan
Sekarang nilai atau semangat Sumpah Pemuda dapat
dikembangkan di mana pun kamu berada. Semangat persatuan dan kesatuan banyak
memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia, yaitu:
1. mempererat
hubungan kekeluargaan;
2. terciptanya
kerukunan hidup;
3. membina
rasa kesetiakawanan sosial;
4. memperkokoh
rasa cinta tanah air, sehingga tidak mudah dijajah oleh bangsa lain.
Semangat Sumpah Pemuda, masih sesuai dengan
keadaan masa kini. Perjuangan para pemuda perlu kita teladani. Oleh karena itu
hindari permusuhan, ciptakan rasa persatuan dalam berbagai kegiatan agar negeri
kita utuh dan jaya untuk selamalamanya.
Untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut
maka setiap tanggal 28 Oktober, bangsa
Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda

Tidak ada komentar:
Posting Komentar