1. Globalisasi dapat diartikan suatu
proses mendunia atau menuju satu dunia. Peristiwa yang terjadi di dunia dapat
kita saksikan secara langsung tanpa harus mendatanginya. Kita dapat berkomunikasi
jarak jauh melalui alat telekomunikasi. Menempuh perjalanan jauh hanya beberapa
jam dengan pesawat terbang.
2. Globalisasi
telah memengaruhi seluruh aspek kehidupan, termasuk kebudayaan. Perubahan sosial akibat globalisasi meliputi
beberapa jenis:
a. Makanan; ditandai dengan
berbagai jenis makanan instant (cepat saji). Masyarakat dapat menikmati
tanpa harus susah payah membuat dan memasaknya. Tapi bahayanya adalah
zat kimia yang ada di dalamnya, seperti zat pengawet, pewarna, dan
perasa.
b. Pakaian; masyarakat di
negara berkembang biasanya suka meniru perkembangan model dari negara
maju, sehingga mendorong industri pakaian berkembang pesat.
c. Perilaku; pudarnya budaya
gotong royong. Hal ini sangat mencolok pada masyarakat di
perkotaan. Mereka sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri.
d. Gaya hidup; gencarnya iklan
memengaruhi keinginan masyarakat untuk memiliki suatu barang mutakhir.
Orang berlomba-lomba memiliki barang baru guna meningkatkan gengsi.
3. Dampak negatif adanya globalisasi,
antara lain:
a. Orang menjadi sangat individualis (mementingkan
diri sendiri).
b. Masuknya budaya asing yang tidak sesuai
dengan budaya bangsa (pola berpakaian dan pergaulan),seperti
memakai anting-anting bagi laki-laki dan lain-lain.
c. Budaya konsumtif; kebiasaan senang
menghamburkan uangnya untuk kepentingan yang kurang bermanfaat.
d. Sarana hiburan yang melalaikan dan membuat
malas; dengan adanya playstation banyak anak melupakan
waktu untuk belajar, membantu orang tua, dan beristirahat.
e. Budaya permisif; menghalalkan
segala cara untuk mencapai tujuan dengan sarana canggih.
f. Menurunnya ikatan rohani; Pada era
globalisasi orang banyak yang meninggalkan ibadah dengan alasan sibuk. Orang
juga banyak meninggalkan ajaran agama. Mereka hanya mementingkan duniawi
saja
4. Kebudayaan
merupakan kepribadian suatu bangsa. Budaya
adalah pikiran dan akal budi. Contohnya; beberapa nyanyian dan lagu, berbagai
tari-tarian, berbagai alat musik yang khas, berbagai seni pertunjukan, dan
berbagai budaya khas lainnya.
5. Tujuan melakukan misi kebudayaan
internasional yaitu untuk memperkenalkan budaya Indonesia di mata dunia,
sehingga diharapkan dapat menarik wisatawan mancanegara ke Indonesia, pada
akhirnya akan menambah devisa negara.
6. Contoh
beberapa tim kesenian yang tampil di tingkat internasional:
a. Kelompok
kesenian Bougenville yang berasal dari Kalimantan Barat diundang ke Madrid,
Spanyol. Pada 21 sampai 28 Oktober 2003
b. Grup
seni tradisional Indonesia, Nanglang Danasih, tampil di Roma, Italia..
c. Tim
kesenian Sumatra Selatan ke Malaysia ( festival Gendang Nusantara 10 - 15 April
2003).
d. Tim
kesenian Bali ke Chili dan Peru. Dalam rangka memenuhi undangan KBRI Tim dari
pulau Dewata ini menampilkan tari Saman
(Aceh), tari Maengket (Sulawesi), dan sejumlah tari Bali.
e. Tim
kesenian Jaipong dan Rampak Gendang ke Irak. Tim kesenian Indonesia untuk
kesekian kalinya tampil dalam Festival Internasional Babylon.
f. Atas
undangan Indian Council For Cultural Relations Ministry External Affairs
(ICCR).Mereka juga terkesan dengan bagian dalam memeriahkan festival
kebudayaan internasional di India Tim kesenian Indonesia tampil memukau ribuan
penonton.
g. UNESCO
lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan telaah terhadap
kesenian wayang kulit. Karena Ki Manteb menerima penghargaan UNESCO Award yang
diserahkan langsung di Paris, Prancis. Ki Manteb Sudarsono dalang wayang kulit
dari kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah go internasional.
7. Setiap
daerah mempunyai berbagai macam tarian yang disebut tarian adapt, yaitu;
a. Jawa
Barat misalnya terdapat tari Jaipong, tari Topeng, d. Jawa Timur mempunyai
tari Ngremo
b. Jawa
Tengah terdapat tari gambyong, e. Aceh mempunyai tari Seudati
c. Bali ada
tari Lengong, f. DKI Jakarta terdapat tari Ronggeng.
8. Alat
Musik Daerah
a. Angklung;
alat musik angklung berasal dari Jawa Barat. Cara menggunakan angklung adalah
dengan digoyang-goyangkan.
b. Gamelan;
alat musik gamelan banyak terdapat di daerah Jawa Tengah, Bali, Jawa Barat, dan
Jawa Timur, dibuat dari bahan kuningan atau
perunggu. Gamelan terdiri atas seperangkat
gamelan antara lain bonang, kenong, demung, gender, saron, gong, dan ada
salah satu alat gamelan yang dibuat dari bambu yang disebut gambang. Gamelan menonjolkan adanya
perkembangan kebudayaan, khususnya kesenian wayang, baik wayang kulit atau
wayang golek dan karawitan.
9. Upaya-upaya
untuk menanggulangi pengaruh negatif globalisasi, antara lain;
a. Lingkungan Sekolah; sekolah perlu menekankan pelajaran budi
pekerti serta pengetahuan tentang globalisasi. Dengan demikian siswa tidak
terjerumus dalam perilaku negatif akibat globalisasi seperti kenakalan remaja
atau tawuran antar pelajar.
b. Lingkungan Keluarga; meningkatkan peran orang tua,
antara lain;
- Menekankan rasa tanggung jawab pada anak.
- Menerapkan
aturan yang tegas yang harus ditaati setiap anggota keluarga, namun
tanpa mengurangi kasih sayang dan perhatian pada anak.
- Memberi
keteladanan. Orang tua harus menjadi contoh yang patut ditiru
anak-anaknya.
- Penerapan
perilaku sopan santun juga harus dilakukan anak.
c. Lingkungan Masyarakat dan Lingkungan
Keagamaan; peran tokoh masyarakat dan agama sangat diperlukan dalam
mencegah pengaruh negatif globalisasi masuk ke masyarakat.
d. Lingkungan pemerintah dan Negara; pemerintah
merupakan salah satu lembaga yang berwenang mengeluarkan
peraturan atau hukum, salah satu di antaranya berusaha mencegah masuknya pengaruh negatif globalisasi. Untuk
mewujudkannya, pemerintah dapat melakukannya melalui lembaga peradilan,
kepolisian, dan lain-lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar