Senin, 07 Januari 2019

KARANGAN


1.     Tema Karangan
Tema adalah pokok pembicaraan, atau jiwa dari karangan yang tersaji yang bermuara pada tema tersebut. Cara mencari tema karangan:
a.     Tentukan kata dan kalimat kunci pada tiap paragraf.
b.     Tentukan tujuan penulisan.
c.     Hubungkan kalimat kunci dengan kalimat lain.
d.     Apa yang mendominasi dari tiap kalimat kunci tersebut, itulah tema karangan.

2.     Pikiran utama
Pikiran utama disebut pula dengan istilah ide pokok. Pikiran utama merupakan hal pokok atau hal penting yang dikemukakan dalam paragraf. Dalam sebuah paragraf ditemukan hanya satu pikiran utama dan didukung oleh beberapa kalimat penjelas.
3.     Kalimat utama
Kalimat utama ialah kalimat yang berisi pernyataan umum tentang sesuatu yang diuraikan dalam paragraf atau kesimpulan isi paragraf. Menurut letak kalimat utama parangraf dapat dibedakan menjadi:
a.     Paragraf Deduktif; kailmat utama di awal paragraf.
b.     Paragraf Induktif;  kailmat utama di awal paragraf di akhir paragraf.
c.     Paragraf Induktif-Deduktif (campuran);  kailmat utama di awal dan di akhir paragraf.
d.     Paragraf Naratif / Deeskriptif; kalimat utamanya tersebar di sekuruh alenia.
4.     Kalimat topik
Sebuah paragraf mengungkapkan satu masalah atau satu gagasan. Gagasan tersebut biasanya diungkapkan dalam kalimat topik (kalimat utama). Kalimat topik tersebut didukung atau diperjelas dengan beberapa kalimat penjelas yang mengacu kepada kalimat topik tersebut.
5.     Paragraf
Paragraf yang padu adalah paragraf yang kalimat-kalimatnya saling mengkait, mengikat, bersinambung. Dengan adanya hubungan antarkalimat yang saling mengait, membuat paragraf tersebut memiliki kesatuan gagasan yang utuh atau padu. Paragraf yang baik harus memiliki persyaratan sebagai berikut:
a.     Kesatuan; semua tema di dalamparagraf secara bersama-sama menyatakan tema tertentu.
b.     Koherensi; kekompakan hubungan natara kalimat dengan kalimat lainnya dalam satu paragraf.
c.     Perkembangan paragraf; terjadi karena hubungan alamiah, logis dan ilustrasi.
6.     Pemilihan Judul
a.     Menarik perhatian pembaca.                                               c.     Dapat menggambarkan isi karangan.
b.     Menamai karangan.
7.     Bentuk Karangan
a.     Narasi
     Biasanya disampaikan secara kronologis dan mengandung plot atau rangkaian  peristiwa.
     Ada tokoh yang diceritakan.
     Bersifat informatif dan tidak menekankan ide secara eksplisit.
b.     Deskripsi
     Bersifat informatif namun berusaha memberikan kesan khusus dengan cara  menonjolkan kata-kata kunci yang menyentuh (berkonotasi kuat).
     Pembaca diajak menikmati apa yang dinikmati oleh penulis.
c.     Eksposisi
     Menjelaskan suatu permasalahan dengan alasan yang logis dan tidak ada kesan  subyektif.
     Bentuk karangan yang menjelaskan sesuatu dengan data, angka, maupun kritik  dengan detail.
     Penutup karangan berupa penegasan.
d.     Argumentasi
     Bentuk karangan yang berusaha mengungkapkan permasalahan dalam kerangka  menjelaskan dan meyakinkan pembaca.
     Penutup karangan berupa kesimpulan.
e.     Persuasi
     Bentuk karangan yang bersifat menawarkan sesuatu, atau mengajak pembaca untuk  melakukan sesuatu.
8.     Unsur-unsur Intrisik Dalam Karangan
a.       Tokoh adalah orang yang berperan dalam suatu cerita.  Tokoh memiliki sifat dan watak masing-masing.
b.       Watak adalah cara pengarang menggambarkan atau mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita. Untuk menggambarkan watak seorang tokoh pengarang dapat menggunakan teknik :
1)       Penggambaran secara langsung oleh pengarang, misalnya; baik hati, jujur, pemarah dll.
2)       Penggambaran melalui fisik dan perilaku tokoh.
3)       Penggambaran melalui lingkungan kehidupan tokoh.
4)       Penggambaran melalui tata kebahasaan tokoh.
5)       Penggambaran melalui jalan pikiran tokoh.
6)       Penggambaran oleh tokoh lain.
Macam-macam watak :
1)       berwatak baik misalnya suka menolong, peyabar, dan pemaaf.
2)       berwatak jahat misalnya suka mencuri, menghina, pemarah, dan pendendam.
3)       berwatak baik sekaligus berwatak jahat misalnya suka menolong tapi pendendam, penyabar tapi pelit.
c.        Latar adalah keterangan mengenai tempat, waktu, dan budaya dalam cerita. Macam-macam latar :
1)       tempat yaitu penggambaran tempat kejadian di dalam cerita, misalnya di Bandung, Jakarta, Bogor .
2)       waktu yaitu penggambaran waktu kejadian di dalam cerita, misalnya pagi hari, siang hari, dsb.
3)       budaya yaitu penggambaran budaya yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa dalam cerita misalnya budaya masyarakat Jawa, Betawi, Sunda, Melayu dsb.
d.       Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang dalam karangannya.
e.        Alur adalah rangkaian peristiwa dan konflik yang dijalin dan menggerakkan jalan certia melalui rumitan ke arah klimaks dan penyelesaiannya. Macam-macam alur :
1)       Alur garis lurus (progresif / alur konvensional / Alur maju) yaitu penceritaan rangkaian peristiwa dari peristiwa yang paling awal sampai peristiwa akhir.
2)       Alur sorot balik (flash back / regresif / Alur mundur) yaitu penceritaan rangkaian peristiwa dari peristiwa yang paling akhir kemudian berbalik ke peristiwa yang paling awal.
3)       Alur campuran yaitu perpaduan antara alur maju dan alur mundur digunakan sekaligus di dalam suatu cerita.
Secara umum alur cerita meliputi bagian-bagian :
1)       Eksposisi; Pengenalan situasi cerita dimana pengarang memperkenalkan para tokoh dan menata adengan serta hubungan antar tokoh. Dan hal-hal yang melatarbelakangi tokoh itu sehingga mempermudah pembaca mengetahui jalinan cerita sesudahnya.
2)       Inciting Moment; Pengungkapan peristiwa dimana disajikan peristiwa awal yang menimbulkan masalah, pertentangan, atau kesulitan-kesulitan para tokoh.
3)       Rising action; Menuju pada konflik dimana terjadi peningkatan masalah, pertentangan, atau bertambahnya kesulitan para tokoh.
4)       Complication; Konflik makin kompleks atau semakin ruwet.
5)       Puncak konflik (klimaks) yang merupakan bagian yang paling besar dalam cerita dimana ditentukan perubahan nasib beberapa tokohnya.
6)       Falling action dan denoument;  Penyelesaian yang merupakan akhir dari cerita dimana berisi penjenlasan nasib dari tokoh setelah mengalami konflik.
f.        Point of View (sudut pandang) adalah posisi pengarang dalam membawakan cerita. Posisi pengarang ada dua macam yaitu :
1)       Berperan langsung sebagai orang pertama yaitu sebagai tokoh yang terlibat dalam cerita.
2)       Sebagai pengamat atau orang ketiga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar