Senin, 07 Januari 2019

Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia


1.     Bangsa adalah suatu masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk kepada kedaulatan negaranya.
2.     Negara adalah bentuk organisasi dari masyarakat atau kelompok orang yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan, menyelenggarakan ketertiban, dan menetapkan tujuan-tujuan dari kehidupan bersama.
3.     Unsur-unsur teoritis berdirinya suatu negara, terdiri dari:
a.     Unsur konstitusif;             merupakan unsur mutlak pembentuk atau unsur yang harus ada untuk terjadinya negara. Unsur tersebut mencakup wilayah (darat, udara, dan perairan), rakyat atau masyarakat, serta pemerintah yang berdaulat.
b.     Unsur deklaratif;              Unsur deklaratif merupakan unsur yang bersifat pernyataan meliputi adanya tujuan negara, undang-undang dasar, pengakuan dari negara lain secara de jure ataupun de facto.
4.     Tahap-tahap yang merupakan proses terbentuknya negara bagi bangsa Indonesia:
a.     Perjuangan pergerakan kemederkaan Indonesia. Beberapa contoh pahlawan yang ikut melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda, antara lain:
*      Sultan Agung melakukan perlawanan di Mataram.
*      Sultan Hassanudin melakukan perlawanan di Makassar.
*      Sultan Ageng Tirtoyoso melakukan perlawanan di Banten dan Jakarta.
*      Imam Bonjol melakukan perlawanan di Sumatera Barat.
*      Pangeran Diponegoro melakukan perlawanan di Jawa.
*      Cut Nyak Dien dan Teuku Umar melakukan perlawanan di Aceh.
*      Pangeran Antasari melakukan perlawanan di Banjarmasin.
b.     Proklamasi sebagai pintu gerbang kemerdekaan. Proklamasi mempunyai arti bagi bangsa Indonesia, sebagai berikut;
a.     Lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b.     Puncak perjuangan pergerakan kemerdekaan, sejak 20 Mei 1908.
c.     Titik tolak pelaksanaan Amanat Penderitaan Rakyat. Sejak diproklamasikan kemerdekaan 17 Agustus 1945.
c.     Terjadinya NKRI (kemerdekaan RI 17 Agustus 1945).
Lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia ditandai dengan Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. Sejak saat itu bangsa Indonesia mulai berbenah menyusun pemerintahan yang sah. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia merupakan sumber hukum bagi pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Adapun cita-cita bangsa dan tujuan negara adalah membentuk masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.
5.     Tujuan NKRI tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alenia keempat, antara lain:
(1).       Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
(2).       Memajukan kesejahteraan umum.
(3).       Mencerdaskan kehidupan bangsa.
(4).       Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
6.     Fungsi negara, terdiri dari:
a.     Melaksanakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.          c.     Menegakkan keadilan.
b.     Pertahanan.
7.     Keutuhan wilayah suatu negara menentukan berlangsung tidaknya pemerintahan suatu negara. Setelah Indonesia merdeka, banyak terjadi pemberontakan, antara lain:
a.     Pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) di Bandung tanggal 23 Januari 1950.
b.     Pemberontakan Andi Azis di Makassar (Ujung Pandang) pada tanggal 5 April 1950.
c.     Pemberontakan Republik maluku Selatan (RMS) di Ambon tanggal 25 April 1950.
d.     Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan yang dipimpin Kahar Muzakar tanggal 17 Agustus 1951.
e.     Pemberontakan G 30 S PKI atau disebut Gerakan 30 September.
8.     Sikap-sikap yang harus dimiliki oleh bangsa Indonesia untuk melindungi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, antara lain:
a.     Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan keselamatan negara di atas pribadi dan golongan.
b.     Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
c.     Sanggup dan rela bekorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
d.     Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
e.     Mengembangkan rasa bangga berbangsa dan bertanah air Indonesia.
f.      Mengurangi ketegangan dalam segala hal pada negara asing.
g.     Meningkatkan kesadaran rakyat akan pentingnya menjaga keutuhan wilayah negara.
9.     Upaya-upaya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
a.     Keikutsertaan rakyat demi menjaga keutuhan NKRI dapat dilakukan melalui bela negara, baik secara fisik maupun nonfisik.
b.     Partisipasi dalam menjaga keutuhan NKRI dapat dimulai dari:
-       Lingkungan keluarga.                                                            -       Lingkungan masyarakat.
-       Lingkungan sekolah.
10.  Sebagai pelajar, untuk mengisi kemerdekaan adalah dengan belajar yang rajin, memahami perbedaan, dan saling menghargai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar