Menulis
1. Petunjuk
Di dalam
menulis petunjuk melakukan sesuatu harus dilakukan dengan cara:
a. urutan yang tepat, b.
menggunakan bahasa yang efektif.
2. Sinopsis
Sinopsis
novel ialah ringkasan cerita novel. Cara membuat sinopsis novel:
a. membaca naskah novel secara keseluruhan, d. dialog dan monolog tokoh cukup dicari garis besarnya
b. menandai gagasan pokok dan mencatatnya, e. sinopsis tidak boleh menyimpang dari jalan cerita
c. menulis ringkasan berdasarkan
gagasan-gagasan pokok
3. Biodata
Pengisian
biodata haruslah sesuai dengan urutan isian format tersaji.
4. Surat
Surat merupakan karangan yang ditujukan
kepada seseorang ataupun beberapa orang. Surat
dikelompokkan menjadi:
a. Surat
resmi (surat dinas) harus menggunakan bahasa
resmi (baku), yaitu bahasa yang sesuai dengan
kaidah bahsa Indonesia yang
sedang berlaku ( EYD dan tata bahasa baku).
Merupakan sarana komunikasi tertulis untuk menyampaikan informasi dari
seseorang, organisasi, instansi, maupun swasta kepada pihak lain. Fungsi surat dinas:
1) sarana untuk menyampaikan permohonan,
pemberitahuan, pemikiran,
2) alat bukti tertulis dan alat pengingat,
3) bukti sejarah, contohnya surat-surat
bersejarah,
4) pedoman kerja, misalnya surat keputusan.
Komponen surat dinas: kepala surat,
tanggal surat, nomor lampiran hal, alamat surat, salam pembuka, isi surat, salam penutup, tanda tangan, dan nama
pengirim.
b. Surat
tidak resmi (surat
pribadi), menggunakan bahasa sehari-hari atau pergaulan. Surat pribadi berisi keperluan pribadi yang ditulis secara
pribadi dan ditujukan kepada orang lain dengan menggunakan bahasa tidak baku. Secara umum, bentuk surat pribadi memiliki struktur seperti
berikut.
(1). Alamat surat, tanggal, tahun (5). Penutup
(2). Tujuan (6).
Salam penutup
(3). Salam pembuka (7).
nama
(4). Isi surat (8).
tanda tangan
5. Buku
Harian
Buku harian merupakan
buku catatan harian yang berisi curahan perasaan atau peristiwa-peristiwa
pribadi. Kalian dapat menulis buku harian dengan langkah-langkah berikut ini.
a. Menulis pokok-pokok sebuah pengalaman pribadi.
b. Mengembangkan pokok-pokok pengalaman
tersebut dengan memerhatikan waktu dan tempat peristiwa.
c. Menggunakan bahasa yang ekspresif untuk
mencurahkan perasaan dan pemikiranmu.
6. Menulis Cerpen
Menuliskan
kembali isi cerpen;
a. Mengubah sudut pandang
cerpen; Menuliskan kembali isi cerpen berarti menempatkan kita sebagai
pencerita ulang. Dengan demikian, sudut pandang cerita adalah sudut pandang
orang ketiga,
b. Menyampaikan cerita
dengan bervariasi; Sering terjadi penceritaan ulang dengan bahasa yang monoton
dan cenderung mengulang kata sambung tertentu.
c. Menuliskan sinopsis
cerpen; Menuliskan kembali isi cerpen yang pernah dibaca, tidak berarti
menuliskan ulang cerpen tersebut tetapi menceritakan ulang.
7. Resensi Buku
Berikut ini adalah susunan sebuah resensi yang biasa kita jumpai
di media cetak.
a.
Judul resensi; merupakan pernyataan
pertama yang akan dibaca oleh pembaca resensi. Oleh karena itu, judul harus
dapat menyiratkan isi buku dan merangsang keingintahuan.
b.
Data/identitas buku; merupakan
informasi mengenai keberadaan sebuah buku yang ditawarkan kepada masyarakat
pembaca. Sebagai sebuah informasi, resensi buku perlu mencantumkan data atau
identitas buku yang diresensi.
c.
Kelebihan dan kekurangan buku;
objektivitas seorang penulis resensi sangat dibutuhkan. Pada bagian ini,
penulis resensi perlu mengupas kelebihan yang dimiliki oleh buku yang
diresensi. Sebagai keseimbangannya, resensi buku juga perlu menyajikan
kekurangan dari buku yang diresensi.
d.
Tanggapan terhadap isi buku; merupakan
pertimbangan bagi masyarakat pembaca untuk memutuskan perlu atau tidak memiliki
buku tersebut. Hal yang perlu diingat adalah adanya tanggapan yang disertai
dengan argumen yang logis dan bahasa yang santun.
8. Menyunting
Kemampuan menyunting sangat
penting untuk dikuasai agar dapat menghasilkan karangan yang baik. nsur-Unsur
Karangan yang Perlu Disunting, antara lain:
a. Menyunting
Penulisan Ejaan d.
Menyunting ketidakefektifan kalimat
b. Menyunting tanda
baca e.
Menyunting Kepaduan Paragraf
c. Menyunting
pilihan kata f.
Menyunting kebulatan wacana
Membaca
Membaca berasal dari kata dasar baca yang artinya memahami
arti tulisan. Membaca adalah salah satu proses yang sangat penting untuk
mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Dilihat dari tujuan proses membaca, ada tiga cara umum membaca di dalam
kehidupan sehari-hari, yaitu:
1. Membaca sebagai hiburan. 3.
Membaca kritis.
2. Membaca untuk memperoleh ilmu pengetahuan.
Teknik membaca untuk mengembangkan Kecepatan Efektif Membaca (KEM):
1. Skimming adalah
membaca teks secara cepat, menyeluruh untuk memperoleh gambaran umum, bagian penting, dan menyegarkan ingatan akan apa yang
pernah kita baca.
2. Scanning adalah
membaca cepat, tetapi teliti. Teknik ini bertujuan memperoleh fakta atau informasi tertentu, misalnya katakata tertentu dalam kamus atau nomor
telepon.
3. Selecting adalah
memilih teks dan bagian teks yang dibaca
berdasarkan kebutuhan. Teknik ini dilakukan sebelum kegiatan membaca, misalnya saat membaca judul-judul berita di surat kabar.
4. Skipping adalah
kegiatan membaca yang mengabaikan atau
melompati bagian yang tidak diperlukan atau bagian yang sudah dimengerti.
Menghitung
sendiri KEM dengan rumus sebagai berikut:
1. Membaca cepat
Manfaat
membaca cepat: menggali berbagai pengetahuan, memperkaya perbendaharaan kata,
dan dengan membaca cepat kita dilatih untuk bekerja cepat sehingga pekerjaan
cepat selesai. Agar memiliki kemampuan membaca cepat, hal-hal berikut bisa
dilakukan.
a. hindari menyuarakan setiap yang dibaca,
b. hindari mengucapkan kata-kata dalam bacaan
secara berbisik,
c. jangan biasakan membaca mundur, mengulang
kata/kalimat yang telah dibaca,
d. hindari membaca dengan menggerakkan kepala
mengikuti baris-baris bacaan,
e. hindari membaca dengan menunjuk baris-baris
bacaan dengan jari, pensil, atau alat yang lain, dan membaca kata demi kata.
Fakta
atau informasi yang dapat kita cari dengan teknik memindai adalah;
a. kata dalam kamus,
b. informasi dalam ensiklopedia,
c. informasi melalui indeks,
d. nomor telepon,
e. nomor-nomor tertentu (rekening bank, nomor
peserta ujian, dll),
f. jadwal-jadwal (kereta api, pesawat terbang,
acara televise dan radio).
g. angka-angka
statistik.
2. Bahasa
ekspresif merupakan bahasa yang mampu mengungkapkan keadaan, maksud,
gagasan, atau perasaan secara tepat. Kalimat ekspresif adalah kalimat yang mampu
mengungkapkan gambaran, maksud, gagasan, dan perasaan. Hal ini berarti bahwa
kalimat yang diungkapkan secara ekspresif tidak sekadar menceritakan, tetapi
juga melukiskan. Bahasa yang efektif adalah bahasa yang dapat mewakili isi pikiran
penulis sehingga pembaca dapat menangkap isi pengumuman dengan mudah.
3. Teks
Upacara
Hal-hal yang harus
diperhatikan dalam membacakan teks perangkat upacara seperti berikut.
a. Penempatan Jeda : Jeda adalah waktu
penghentian sebentar dalam kalimat atau ujaran. Perhatikan contoh
berikut !
-
Semua peserta upacara / segera
menyiapkan diri / di halaman depan sekolah //
-
Bahwa / sesungguhnya kemerdekaan itu
/ ialah hak segala bangsa //
b. Intonasi : Intonasi adalah
perubahan nada waktu mengucapkan ujaran atau bagian-bagiannya. Tanda ( / ) berarti intonasi naik,
sehingga cara membacanya harus bernada naik. Tanda ( \ ) berarti
intonasi turun, sehingga cara membacanya harus bernada turun.
c. Lafal : Lafal adalah cara
orang, sekelompok orang atau masyarakat mengucapkan bunyi bahasa. Berikut
ini contoh pelafalan yang benar.
- Biologi dilafalkan
biologi bukan biolohi atau biyoloji. -
MTQ dilafalkan em te ki bukan em ti
kyu
- TVRI dilafalkan te
fe er i bukan ti fi er I -
pantai dilafalkan pantay bukan
panta-i
d. Sikap Percaya Diri : Membacakan teks
perangkat upacara harus percaya diri. Hal ini penting karena dengan
sikap tersebut maka pembacaan teks akan lancar. Kalimat-kalimat yang
diucapkan tidak terputus-putus. Selain itu, dengan sikap percaya diri,
maka napas tidak terengah-engah. Pernapasan juga dapat menentukan
kuat lemah, panjang pendek, dan tinggi rendah pengucapan bunyi bahasa
secara tepat.
4. Membaca Denah
Manfaat
membaca denah adalah memudahkan seseorang menuju tempat tertentu. Cara membaca
denah:
a. memerhatikan arah mata angin,
b. memerhatikan nama-nama jalan dan
tempat-tempat umum yang terkenal,
c. cermat memahami arah jalan.
5. Buku Telepon
Buku
telepon memuat ribuan nama, alamat, dan nomor telepon seseorang maupun
informasi bisnis. Langkah-langkah membaca buku telepon:
a. memahami cara menggunakan buku petunjuk
telepon yang tertera di lembar awal buku telepon,
b. melatih gerak mata dalam menelusuri tiap
entri dari atas ke bawah,
c. mencari nama yang diinginkan dengan mencari
huruf awal di lema.
6. Ensiklopedia
Ensiklopedia
ialah buku yang menghimpun keterangan atau uraian tentang berbagai hal di
bidang seni dan ilmu pengetahuan, disusun berdasarkan abjad atau menurut
lingkungan ilmu. Cara membaca memindai ensiklopedia:
a. menemukan lema,
b. membaca cepat dengan cara memindai (hanya
mencari kata yang diinginkan).
7. Kamus
Kamus adalah buku yang memuat kata yang disusun menurut abjad berikut
artinya, pemakaiannya, atau terjemahannya. Selain itu, kamus juga merupakan
sebuah buku yang memuat kumpulan istilah atau nama-nama tertentu.
Membaca kamus dapat
dilakukan dengan salah satu teknik membaca, yaitu scanning. Scanning adalah
memindai atau baca-tatap, yaitu membaca cepat, tetapi teliti. Teknik ini
bertujuan memperoleh fakta atau informasi secara cepat dan tepat. Sebuah kamus
biasanya berisi cara pelafalan, pola suku kata, dan contoh penggunaannya. Ada 3 (tiga) jenis
kamus,yaitu:
a. Kamus Ekabahasa; kamus ini hanya
menggunakan satu bahasa. Katakata (entri) yang dijelaskan dan
penjelasannya terdiri dari bahasa yang sama
b. Kamus Dwibahasa; kamus ini
menggunakan dua bahasa, yakni kata masukan dari bahasa yang dikamuskan
diberi padanan bahasa yang lain.
c. Kamus Aneka Bahasa; kamus ini
sekurang-kurangnya menggunakan tiga bahasa atau lebih, misalnya, Bahasa
Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Cina secara serentak.
Secara
umumnya, berdasarkan ukuran ini kamus dibagi dalam 3 jenis, yaitu;
a. Kamus Mini; pada zaman sekarang, kamus ini susah dijumpai. Ia dikenal sebagai kamus mini karena
dapat disimpan dalam saku.
Tebalnya lebih kurang 2 cm.
b. Kamus Kecil; kamus berukuran kecil
ini biasa dijumpai. Kamus ini merupakan kamus yang mudah dibawa.
c. Kamus Besar; kamus ini memuat segala leksikal
yang terdapat dalam satu bahasa. Setiap kata dijelaskan maksudnya
secara lengkap.
Kamus
Istimewa merujuk kepada
kamus yang mempunyai fungsi yang
khusus, seperti berikut:
a.
Kamus Istilah; entri dalam kamus ini terdiri atas
istilah khusus bagi bidang tertentu. Fungsinya adalah untuk keperluan
ilmiah. Contohnya ialah Kamus Istilah Biologi.
b.
Kamus Etimologi; kamus yang menerangkan asal usul
suatu kata dan maksud asalnya.
c. Kamus Peribahasa / Simpulan Bahasa; kamus yang menerangkan maksud suatu peribahasa / ungkapan bahasa.
d. Kamus Terjemahan; kamus yang menyediakan kata seperti
bahasa asing untuk satu bahasa yang dituju. Kegunaannya adalah untuk
membantu para penerjemah.
Beberapa
hal yang perlu diperhatikan saat kamu mencari kata dalam kamus.
a. Ejaan kata (cara penulisan kata).
b. Pelafalan kata (cara mengucapkan kata).
c. Asal-usul kata (etimologi).
d. Setiap kata memiliki banyak pengertian.
Untuk mendapatkan pengertian yang tepat, sesuaikanlah makna kata dengan konteks
pemakaian kata dalam kalimat atau teks keseluruhan. Perhatikan pula pemakaian
kata dalam kalimat yang dicontohkan dalam kamus.
8. Pengumuman
Pengumuman adalah pesan atau
informasi yang disampaikan kepada umum/publik. Tujuan pengumuman adalah
menyampaikan sesuatu agar diketahui masyarakat (publik). Pengumuman terdiri
atas dua macam, yaitu pengumuman resmi dan pengumuman tidak resmi.
9. Membaca Ekstensif Artikel dan Buku dengan
Teknik POINT
Untuk
menemukan gagasan dari artikel dan buku, diperlukan cara yang efektif dalam
membaca. Berikut ini merupakan salah satu teknik membaca yang dikenal istilah
membaca dengan teknik POINT. Langkah-langkah membaca dengan teknik POINT adalah
sebagai berikut:.
a. Purpose, yaitu menentukan
tujuan membaca. Informasi apa yang hendak dinginkan? Perlukah membaca buku secara
keseluruhan?
b. Overview atau membaca
sekilas, yaitu melakukan peninjauan awal secara sekilas mengenai keseluruhan
isi buku.
c. Interpretation atau
menafsirkan, yaitu setelah membaca sekilas kemudian menafsirkan isinya.
d. Note atau mencatat, maksudnya
setelah membaca secara teliti dan memahami isinya, perlu dibuat catatan-catatan
penting untuk memudahkan ingatan.
e. Test atau menguji, maksudnya
pada akhir membaca, kamu harus mengevaluasi mengenai apa saja yang telah dibaca
dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
10. Metode Berpidato
Terdapat bermacam-macam
metode pidato, yang antara lain:
a. Metode impromptu adalah
metode pidato yang dilakukan secara tiba-tiba tanpa adanya persiapan sama
sekali. Isi pembicaraan sebaiknya disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang
melatari pertemuan tersebut.
b. Metode ekstemporan dilakukan
tanpa adanya naskah pidato, akan tetapi pembicara masih mempunyai kesempatan
untuk membuat kerangka isi pidato. Metode ini sering digunakan oleh pembicara
yang sudah berpengalaman. Dengan metode ini suasana antara pembicara dengan
benar dapat terjadi komunikasi yang baik.
c. Metode membaca naskah, biasanya
dilakukan untuk menyampaikan pernyataan-pernyataan resmi: pidato kenegaraan,
pidato sambutan peringatan hari besar nasional, dan lain-lain.
d. Metode menghafal, pembicara
memiliki waktu yang cukup untuk merencanakan, membuat naskah, dan menghafalkan
naskah.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan
agar dapat menjadi ahli pidato. Hal-hal tersebut antara lain:
a. memiliki keberanian dan tekad
yang kuat.
b. memiliki pengetahuan yang
luas.
c. memahami proses komunikasi massa.
d. menguasai bahasa yang baik
dan lancar.
e. pelatihan yang memadai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar