Senin, 07 Januari 2019

PRESTASI DIRI


Untuk berperan serta secara aktif yang menjadi prestasi diri bukan suatu hal yang mudah.  Untuk itu seseorang harus mempunyai potensi diri dan didukung oleh semangat/motivasi yang luar biasa dari dirinya, didukung keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat.

Untuk berprestasi terlebih dahulu seseorang harus bisa mengenali potensi yang ada pada dirinya. Potensi diri adalah kemampuan yang terpendam pada diri setiap orang,  Potensi diri yang positif seperti memiliki:  idealisme,  dinamis dan kreatif,  keberanian mengambil resiko, optimis dan kegairahan semangat,  kemandirian dan disiplin murni,  fisik yang kuat dan sehat,  sikap ksatria,  terampil dalam menerapkan IPTEK,  kompetitif,  daya pikir yang kuat dan  memiliki bakat harus terus ditumbuh kembangkan.  
Potensi diri yang negatif seperti mudah diadu domba, kurang berhati-hati, emosional, kurang percaya diri, dan kurang mempunyai motivasi hendaknya dikurangi atau jika bisa harus dihilangkan. Dalam upaya mengembangkan potensi diri ada 4 tahapan yang perlu diperhatikan, antara lain :
a.    Mengenali diri sendiri                                         c.    Mendobrak diri
b.   Memposisikan diri                                              d.   Aktualisasi diri
Orang yang punya potensi disebut juga dengan manusia unggul terlebih jika dia dapat mewujudkan potensinya dengan baik, akan tetapi jangan sampai menjadi sombong. Ciri-ciri manusia unggul adalah :
1.   Memiliki keimanan yang utuh.
2.   Melaksanakan amal ibadah
3.   Memiliki akhlak mulia, yang terdiri dari amanah, ikhlas, tekun, berdisiplin, bersyukur, sabar, dan adil.
Upaya mencapai prestasi dapat dilakukan dengan cara-cara kreatif dan inovatif, tanggung-jawab, bekerja keras, dan memanfaatkan sumber daya. Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk mampu mengatasi segala masalah yang timbul sebagai akibat dari interaksi dengan lingkungan sosial dan kita harus mampu menampilkan diri sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku.
Perkembangan yang harus dikuasai remaja yang berada dalam fase perkembangan masa remaja adalah memiliki keterampilan sosial (social skill) untuk dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari. Keterampilan-keterampilan sosial tersebut meliputi:
1.   Kemampuan berkomunikasi                  4.   Mendengarkan pendapat atau keluhan dari orang lain
2.   Menjalin hubungan dengan orang lain   5.   Memberi atau menerima feedback
3.   Menghargai diri sendiri dan orang lain   6.   Memberi atau menerima kritik
7.   Bertindak sesuai norma dan aturan yang berlaku
Dalam hubungannya dengan prestasi diri dan sebagai mahluk sosial maka penekanan lebih pada keterampilan-keterampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitarnya, biasanya disebut dengan aspek psikososial yang terdiri dari kemampuan berkomunikasi, menjalin hubungan dengan orang lain, menghargai diri sendiri dan orang lain, mendengarkan pendapat atau keluhan dari orang lain, memberi atau menerima feedback, memberi atau menerima kritik dan bertindak sesuai norma dan aturan yang berlaku. Pada akhirnya seseorang akan bisa berperan serta dalam berbagai aktivitas sesuai kemampuan demi keunggulan bangsa, menjadi manusia yang unggul tanpa merasa sombong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar