Untuk berperan serta secara aktif yang menjadi prestasi diri bukan suatu
hal yang mudah. Untuk itu seseorang
harus mempunyai potensi diri dan didukung oleh semangat/motivasi yang luar
biasa dari dirinya, didukung keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat.
Untuk berprestasi terlebih dahulu seseorang harus bisa mengenali potensi
yang ada pada dirinya. Potensi diri adalah kemampuan yang terpendam pada diri
setiap orang, Potensi diri yang positif
seperti memiliki: idealisme, dinamis dan kreatif, keberanian mengambil resiko, optimis dan kegairahan
semangat, kemandirian dan disiplin
murni, fisik yang kuat dan sehat, sikap ksatria, terampil dalam menerapkan IPTEK, kompetitif, daya pikir yang kuat dan memiliki bakat harus terus ditumbuh
kembangkan.
Potensi diri yang negatif seperti mudah diadu domba, kurang berhati-hati,
emosional, kurang percaya diri, dan kurang mempunyai motivasi hendaknya
dikurangi atau jika bisa harus dihilangkan. Dalam upaya mengembangkan potensi
diri ada 4 tahapan yang perlu diperhatikan, antara lain :
a. Mengenali
diri sendiri c.
Mendobrak diri
b. Memposisikan
diri d.
Aktualisasi diri
Orang yang punya potensi
disebut juga dengan manusia unggul terlebih jika dia dapat mewujudkan
potensinya dengan baik, akan tetapi jangan sampai menjadi sombong. Ciri-ciri
manusia unggul adalah :
1. Memiliki keimanan
yang utuh.
2. Melaksanakan amal
ibadah
3. Memiliki akhlak
mulia, yang terdiri dari amanah, ikhlas, tekun, berdisiplin, bersyukur, sabar,
dan adil.
Upaya mencapai prestasi
dapat dilakukan dengan cara-cara kreatif dan inovatif, tanggung-jawab, bekerja
keras, dan memanfaatkan sumber daya. Sebagai makhluk sosial, manusia
dituntut untuk mampu mengatasi segala masalah yang timbul sebagai akibat dari
interaksi dengan lingkungan sosial dan kita harus mampu menampilkan diri sesuai
dengan aturan atau norma yang berlaku.
Perkembangan yang harus dikuasai remaja yang berada dalam fase perkembangan
masa remaja adalah memiliki keterampilan sosial (social skill) untuk dapat
menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari. Keterampilan-keterampilan
sosial tersebut meliputi:
1. Kemampuan
berkomunikasi 4. Mendengarkan pendapat atau keluhan dari orang
lain
2. Menjalin
hubungan dengan orang lain 5. Memberi atau menerima feedback
3. Menghargai
diri sendiri dan orang lain 6. Memberi atau menerima kritik
7. Bertindak sesuai norma dan aturan yang berlaku
Dalam hubungannya dengan prestasi diri dan sebagai mahluk sosial maka
penekanan lebih pada keterampilan-keterampilan sosial dan kemampuan penyesuaian
diri terhadap lingkungan sekitarnya, biasanya disebut dengan aspek psikososial
yang terdiri dari kemampuan berkomunikasi, menjalin hubungan dengan orang lain,
menghargai diri sendiri dan orang lain, mendengarkan pendapat atau keluhan dari
orang lain, memberi atau menerima feedback, memberi atau menerima kritik dan
bertindak sesuai norma dan aturan yang berlaku. Pada akhirnya seseorang akan
bisa berperan serta dalam berbagai aktivitas sesuai kemampuan demi keunggulan
bangsa, menjadi manusia yang unggul tanpa merasa sombong.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar