Keragaman bentuk muka bumi merupakan
hasil kerja dari dua tenaga pembentuk muka bumi yaitu;
1. tenaga
endogen; adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi berupa vulkanisme,
diastropisme dan seisme.
2. tenaga
eksogen; yang mengubah bentuk muka bumi dipengaruhi oleh tiga proses yaitu;
pelapukan, erosi dan sedimentasi.
Diastropisme adalah tenaga yang
bekerja dari dalam bumi yang mengakibatkan pergeseran dan perubahan posisi
lapisan batuan sehingga mengubah bentuk muka bumi. Sesar atau patahan adalah
retakan pada kerak bumi akibat pergeseran pada batuan sehingga terjadi
perpindahan antara bagian-bagian yang berhadapan, dengan arah yang berlawanan
dengan bidang patahan. Sesar dapat dibedakan menjadi;
a. sesar
normal c. sesar mendatar
b. sesar
naik
Lipatan terbentuk karena pergeseran
lempeng tektonik yang mengakibatkan adanya lapisan yang terdorong secara
horizontal pada salah satu tepi lapisan tersebut maupun pada kedua tepi
lapisan.
Bidang patahan adalah bidang rekahan
pada sesar. Daerah kapur adalah daerah yang batuannya terdiri atas sisa-sisa
organisme. Terdapatnya kapur di suatu wilayah menunjukkan bahwa daerah tersebut
pernah berada di bawah permukaan air laut.
Gempa merupakan getaran yang terjadi
karena gerakan batuan yang melewati batas kelentingannya. Daya lenting adalah kekuatan suatu benda
untuk menahan tegangan, misalnya jika sebuah tongkat dibengkokkan maka tongkat
tersebut memiliki kekuatan untuk menahan tegangan. Jika kekuatan utuk menahan
tegangan tersebut terlampaui maka tongkat akan patah. Gaya berat atau gravitasi
adalah kemampuan suatu benda untuk menarik benda lainnya.
Pelapukan adalah pecahnya batuan
menjadi ukuran yang lebih kecil. Lahar adalah material-material vulkanik
bercampur air yang menuruni lereng gunungapi karena gaya beratnya. Lava adalah
magma yang mencapai permukaan bumi melalui sebuah letusan. Magma adalah bat uan
dalam bentuk cair yang berada di bawah permukaan bumi
Litosfer adalah apisan yang kaku yang
berada pada bagian teratas dari bumi. Struktur lipatan adalah susunan batuan
yang terdiri atas sinklin, sayap dan antiklin
Tekstur batuan adalah kasar halusnya
suatu batuan. Jenis batuan dapat dikelompokkan menjadi batuan beku, sedimen,
dan metamorf.
Gunung api adalah suatu lubang di
permukaan bumi tempat magma, gas, dan debu dari dalam bumi keluar menuju
permukaan bumi. Tipe gunung api dapat dibedakan menjadi:
a. tipe
maar c. tipe strato.
b. tipe
perisai
Pemanfaatan lingkungan fisik oleh
manusia, pada dasarnya tergantung kepada kualitas manusianya. Pusat-pusat
kegiatan ekonomi penduduk pada hakekatnya adalah hasil peradaban manusia yang
mampu memanfaatkan kondisi lingkungan fisiknya sesuai dengan kemampuan
potensinya yang dominan di daerah yang bersangkutan.
Berdasakan kondisi lingkungan fisik pusat-pusat
kegiatan ekonomi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Daerah dataran
tinggi, merupakan daerah pertanian hortikultura
2. Daerah dataran
rendah sebagian besar penduduknya bertani dan menghasilkan komoditas tanaman
pangan.
3. Daerah pantai
merupakan daerah perikanan, sebagian besar penduduknya sebagai petani tambak
dan nelayan
4. Daerah Industri dan
jasa cenderung berkembangdi daerah dataran rendah
Kondisi geografi juga berpengaruh
terhadap jenis transportasi, khususnya di luar jawa, dimana prasarana
transportasi daratnya belum berkembang. Daerah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi,
Maluku dan Papua memiliki karakteristik prasarana dan sarana transportasi.
Pegunungan merupakan deretan atau
rangkaian gunung yang menjulang tinggi dibandingkan daerah sekitarnya.
Pegunungan memiliki ketinggian lebih dari 500 m di atas permukaan laut. Daerah
pantai adalah daerah yang letaknya ditepi laut dimana sejauh air pasang masih
bias mencapai daratan.
Dataran Tinggi adalah bentuk muka
bumi yang relatif datar yang letaknya di daerah yang tinggi, yaitu memiliki
ketinggian antara 700-800 meter di atas permukaan laut. Dataran rendah adalah
bentuk muka bumi yang relatif datar dan letaknya di daerah yang rendah memiliki
ketinggian kurang dari 600 meter di atas permukaan laut.
Jumlah penduduk yang besar bagi suatu
negara adalah sangat menguntungkan karena memiliki sumberdaya manusia yang
handal. Namun sumber daya manusia yang besar tanpa diikuti dengan kualitas
justru akan menimbulkan permasalahan,seperti halnya di Indonesia masalah
kependudukan yang timbul adalah, tingkat kelahiran, tingkat kematian, masalah
kepadatan, masalah penyebaran yang tidak merata, angka ketergantungan, dan
angka harapan hidup.
Dinamika penduduk dipengaruhi oleh
unsur-unsur: kelahiran, kematian dan migrasi. Dalam bentuk grafis komposisi
penduduk menurut jenis kelamin dan umur dapat digambarkan dalam bentuk piramida
penduduk.
1. Melalui piramida
penduduk sifat kependudukan suatu wilayah dapat dilihat dari proporsi penduduk
laki-laki dan perempuan dalam setiap kelompok umur.
2. Piramida penduduk
juga dapat memberikan gambaran tentang keadaan dan perumahan setiap kelompok
umur di masa lalu.
3. Piramida penduduk
kita juga dapat memperkirakan keadaan penduduk di masa datang.
Gambaran mengenai jumlah
masing-masing kelompok umur dan jenis kelamin dapat terlihat pada setiap kotak
mendatar.Komposisi penduduk selalu mengalami perubahan. Perubahan tersebut
mempengaruhi karakteristik penduduknya.
Tingkat kelahiran (fertilitas) adalah
tingkat pertambahan jumlah anak atau tingkat kelahiran bayi pada suatu periode
tertentu. Tingkat kelahiran bayi dapat dihitung dengan dua cara, yaitu:
1. Angka Kelahiran
Kasar (Crude Birth Rate/CBR), angka kelahiran yang menunjukkan jumlah kelahiran
perseribu penduduk dalam suatu periode.
2. Angka Kelahiran
Umum (General Fertility Rate/GFR), angka yang menunjukkan jumlah bayi yang
lahir dari setiap 1000 wanita pada usia reproduksi atau melahirkan yaitu pada
kelompok usia 15-49 tahun.
Tingkat kematian (mortalitas)
merupakan pengurangan jumlah penduduk pada periode tertentu yang disebabkan
oleh faktor kematian.
1. Tingkat Kematian
Kasar (Crude Death Rate/CDR), angka yang menunjukkan ratarata kematian
perseribu penduduk dalam satu tahun.
2. Tingkat Kematian
Menurut Umur (Age Specific Death Rate/ASDR),
angka yang menunjukkan banyaknya kematian pada kelompok umur tertentu
perseribu penduduk dalam kelompok yang sama.
Berdasarkan komposisi penduduk
menurut umur dan jenis kelamin, keadaan penduduk suatu wilayah dapat dibedakan
berdasarkan tiga kelompok berikut:
1. Kelompok ekspansif;
menujukkan sebagian besar penduduknya berada pada kelompok umur paling muda.
2. Kelompok
kontraktif; menunjukkan jumlah penduduk pada kelompok usia paling muda
mengalami penurunan.
3. Kelompok stasioner;
perbandingan umur hampir tidak ada. Jumlah kelompok sama banyaknya.
Rasio Jenis Kelamin merupakan
perbandingan antara banyaknyanya penduduk laki-laki dengan perempuan pada suatu
daerah dalam waktu tertentu. Biasanya dinyatakan dalam banyaknya penduduk laki-laki
untuk setiap 100 penduduk perempuan. Rasio Jenis Kelamin = (Jumlah laki-laki :
jumlah perempuan) x 100
Angka beban ketergantungan merupakan
perbandingan antara penduduk usia produktif dengan penduduk usia non produktif.
Angka harapan hidup (life expectancy) pada suatu wilayah adalah perkiraan
sampai berapa lama penduduk wilayah tersebut dapat bertahan hidup.
Penduduk usia produktif adalah
penduduk pada kelompok usia di mana ia dapat berpenghasilan untuk mencukupi
kebutuhan hidupnya, yaitu antara usia 15-64 tahun. Penduduk kelompok usia non-produktif adalah
kelompok usia di mana ia tidak dapat berpenghasilan guna mencukupi kebutuhan
hidupnya, yaitu kelompok usia di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun. Kehidupan
mereka akan ditanggung oleh mereka yang berada pada kelompok usia produktif.
Dampak permasalahan kependudukan
dapat diidentifikasi sebagi berikut;
1. Di daerah perkotaan
terjadi penyempitan lahan akibat pembangunan industri dan perumahan.
2. Terjadi kemerosotan
lingkungan di beberapa wilayah akibat terjadinya pencemaran lingkungan dengan
adanya pembangunan industri.
3. Berubahnya fungsi
lahan dari pertanian menjadi industri/perumahan. Hal ini meyebabkan pemilikan
lahan semakin sempit, akibat adanya polarisasi pemilikan lahan pertanian dan pertambahan
penduduk di perdesaan yang menyebabkan terjadinya pengangguran tidak kentara.
4. Industrialisasi
diperkotaan memacu adanya arus urbanisasi yang berpengaruh terhadap penghasilan
di desa karena di desa kekurangan tenaga kerja.
5. Krisis ekonomi dewasa
ini memberikan dampak negatif terhadap kualitas penduduk. Jumlah penduduk
miskin dewasa ini (Jawa Post, Desember 2007) mencapai 39 juta, dan pengangguran
berjumlah 36 juta jiwa.
6. Terjadinya
perubahan struktur ekonomi di masyarakat dari kegiatan pertanian primer ke
industri sekunder dan sektor jasa
7. Ketimpangan
persebaran penduduk, pada daerah-daerah yang sulit dijangkau menyebabkan
rendahnya tingkat pendidikan dan kesehatan
8. Persebaran penduduk
yang tidak merata ini menyebabkan pada daerah yang jarang penduduknya, kekayaan
sumber daya alam yang terkandung di dalamnya menjadi kurang termanfaatkan
karena kekurangan sumber daya manusia untuk mengelolanya.
9. Sebaliknya, pada
daerah yang padat penduduknya, terjadi kelebihan sumber daya manusia sehingga
terjadi pengangguran, pemukiman kumuh, dan kemiskinan. Hal ini disebabkan,
sumber daya alam di daerahnya sudah tidak dapat mendukung kehidupan penduduknya
yang sudah melebihi kapasitas daya dukungnya.
Upaya dampak pengendalian pertambahan
penduduk :
1. Melaksanakan
Program Keluarga Berencana
2. Melaksanakan
Program Transmigrasi
Mobilitas penduduk adalah gerakan
penduduk yang melintasi batas wilayah tertentu dalam peiode tertentu. Pada
umumnya perpindahan penduduk bergerak menuju ke wilayah yang memiliki fasilitas
dan kesejahteraan lebih baik dibandingkan dengan daerah asalnya. Dengan
demikian, mobilitas penduduk terjadi karena terdapat perbedaan tingkat
kesejahteraan atau kemajuan antara daerah satu dengan daerah lainnya.
Peningkatan kualitas penduduk dapat
dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut;
1. Untuk mengatasi
permasalahan di bidang kesehatan, dilakukan penyusunan pedoman gizi, yang dapat
dicapai oleh penduduk. Selain itu, dibangun pula fasilitas kesehatan berapa
rumah sakit dan puskesmas, serta jumlah dokter dan perawat yang ditambah dan
disebarkan ke seluruh pelosok tanah air.
2. Untuk mengurangi
murid putus sekolah, diadakan kelompok belajar paket dan sekolah terbuka supaya
sekolah tersebut tidak mengganggu kegiatan lainnya. Selain itu, dilakukan pula
program wajib belajar sembilan tahun, program orang tua asuh, serta pemberian
beasiswa bagi murid yang kurang mampu.
3. Untuk mengatasi
kesenjangan sosial, diupayakan melalui program pengentasan kemiskinan atau
peningkatan keterampilan untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Menurut Undang-undang RI No 23 tahun
1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, pengertian lingkunan hidup adalah
kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk di
dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan
kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya
Lingkungan hidup adalah kesatuan
ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia
dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia
serta makhluk lainnya.
Unsur-unsur lingkungan hidup secara
garis besar terdiri atas tiga komponen besar, yaitu:
(1) unsur
fisik (2) unsur hayati (3)
unsur budaya
Bagi kehidupan, lingkungan hidup
memiliki arti sebagai berikut:
(1) wahana
bagi keberlanjutan kehidupan (3)
tempat
mencari makan
(2) tempat
tinggal
Kerusakan lingkungan hidup terjadi
disebabkan dua hal yaitu oleh proses alam dan ulah manusia. Kerusakan yang
disebabkan oleh proses alam di antaranya adalah:
(1) letusan
gunung api (3)
badai siklon
(2) gempa
bumi
Sementara itu, kerusakan yang
disebabkan oleh kegiatan manusia antara lain:
(1) kerusakan
hutan, serta
(2) pencemaran
lingkungan karena limbah padat, cair dan gas.
Upaya pelestarian lingkungan hidup adalah
rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan
perubahan dan/atau dampak negative yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan agar
tetap mampu mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Upaya
tersebut antara lain adalah:
(1) upaya
pelestarian hutan (3)
upaya pelestarian sumberdaya udara
(2) upaya
pelestarian tanah dan sumberdaya air (4)
upaya pelestarian keanekaragaman hayati
Pembangunan berkelanjutan merupakan
pembangunan yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan manusia melalui
pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana, efisiensi, dan memperhatikan
pemanfaatnnya baik utnuk generasi masa kini maupun generasi yang akan datang
(WCED, 1987: 59). Ciri-ciri pembangunan berkelanjutan tersebut, antara lain:
(1) Menjamin
pemerataan dan keadilan (3)
Menggunakan pendekatan integratif
(2) Menghargai
keanekaragaman hayati (4)
Menggunakan pandangan jangka panjang
Menurut tingkat kemajuan,
negara-negara di dunia digolongkan menjadi:
1. Negara maju
(developed country): ditandai dengan pendapatan perkapita tinggi dan kualitas
penduduk yang tinggi (Inggris, Jerman, Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan
Selandia Baru).
2. Negara berkembang:
ditandai dengan pendapatan perkapita dan kualitas penduduk yang relatif rendah
(Nikaragua, Panama Afrika Selatan, India, Malaysia, Indonesia)
3. Negara industri
baru (newly industrialized country): negara berkembang yang sedang merintis perekonomiannya
ke arah industri maju (Singapura, Hongkong, Korea Selatan, Taiwan, Argentina,
Brasil, Meksiko, Yunani, Portugal, dan Spanyol).
Ciri-ciri negara maju:
1. Tingkat pertumbuhan
penduduk relatif lebih rendah.
2. Persebaran penduduk
di daerah perkotaan jauh lebih tinggi daripada di daerah pedesaan.
3. Angka kelahiran
sudah dapat dikontrol sehingga pertumbuhan penduduknya relatif rendah.
4. Angka buta hurufnya
sangat rendah.
5. Pendapatan per
kapitanya sangat tinggi.
6. Kualitas standar
hidup penduduknya sangat tinggi karena tingginya pendapatan per kapita.
7. Pelayanan kesehatan
penduduknya terjamin sehingga angka harapan hidup tinggi.
8. Tingkat
kemiskinannya sangat rendah.
9. Kualitas
pendidikannya sangat bagus.
10. Kegiatan utama
penduduknya di bidang nonpertanian,
11. Teknologi berkembang
pesat.
12 Industri menjadi
tulang punggung perekonomian.
13. Pengolahan sumber
daya alam dilakukan dengan maksimal.
Ciri-ciri negara berkembang:
1. Jumlah dan tingkat
pertumbuhan penduduk besar serta penyebaran kurang merata.
2. Kualitas penduduk
masih rendah.
3. Teknologi masih
belum berkembang.
4. Industri belum
berkembang. Perekonomian negara masih didominasi oleh sector agraris.
5. Pengolahan sumber
daya alam masih kurang maksimal.
Pembangunan sector-sektor industri
meliputi:
1. Sektor industri
pertama; dalam kegiatan ekonomi meliputi kegiatan atau usaha mengubah sumber
daya alam menjadi barang setengah jadi untuk industri. Kegiatan ekonomi pada level
ini umumnya meliputi sektor pertanian, agribisnis, kehutanan, dan pertambangan.
2. Sektor industri
kedua; dalam kegiatan ekonomi meliputi kegiatan atau usaha mengolah barang
setengah jadi yang dihasilkan pada kegiatan industri pertama untuk diolah lebih
lanjut dan menghasilkan barang siap pakai. Termasuk dalam sektor ini adalah
kegiatan manufaktur dan konstruksi.
3. Sektor industri
ketiga; lebih dikenal sebagai sektor jasa (industri jasa). Sektor ini umumnya
meliputi kegiatan distribusi barang dan jasa (yang dihasilkan pada sektor
industri kedua) kepada konsumen.
4. sektor industri
keempat; merupakan kelanjutan dari kegiatan sektor industri ketiga. Kegiatan industri
pada level ini umumnya berhubungan dengan bisnis jasa (service) yang bersifat intelektual.
Indikator / ukuran penilaian untuk
menggolongkan suatu negara sebagai negara maju atau berkembang:
1. Tingkat pertumbuhan
penduduk.
2. Kualitas penduduk
(tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan tingkat kesehatan)
3. Kemajuan teknologi
dan penggunaannya.
4. Kemajuan industri
dan penggunaannya.
5. Pengolahan Sumber
Daya Alam (SDA).
Kualitas penduduk suatu negara dapat dilihat dari beberapa
hal, yaitu dari:
1. tingkat
pendidikan 3. tingkat kesehatan
2. tingkat
pendapatan (potensi ekonomi)
Tingkat pendidikan Suatu negara dinilai
dengan:
1. sebagian besar
penduduknya telah bebas buta huruf
2. tingkat pendidikan
rata-rata penduduknya cukup tinggi;
3. semua penduduk usia
sekolah menempuh pendidikan.
Pendapatan per kapita adalah
rata-rata pendapatan penduduk suatu negara dalam satu tahun. Pendapatan per
kapita diperoleh dari hasil bagi Produk Nasional Bruto (Gross National Product /
GNP) dengan jumlah penduduk

Tidak ada komentar:
Posting Komentar