Senin, 07 Januari 2019

Rangkuman Geografi dan Kependudukan 9 SMP


Keragaman bentuk muka bumi merupakan hasil kerja dari dua tenaga pembentuk muka bumi yaitu;
1.   tenaga endogen; adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi berupa vulkanisme, diastropisme dan seisme.
2.   tenaga eksogen; yang mengubah bentuk muka bumi dipengaruhi oleh tiga proses yaitu; pelapukan, erosi dan sedimentasi.


Diastropisme adalah tenaga yang bekerja dari dalam bumi yang mengakibatkan pergeseran dan perubahan posisi lapisan batuan sehingga mengubah bentuk muka bumi. Sesar atau patahan adalah retakan pada kerak bumi akibat pergeseran pada batuan sehingga terjadi perpindahan antara bagian-bagian yang berhadapan, dengan arah yang berlawanan dengan bidang patahan. Sesar dapat dibedakan menjadi; 
a.   sesar normal                                                                   c.   sesar mendatar
b.   sesar naik

Lipatan terbentuk karena pergeseran lempeng tektonik yang mengakibatkan adanya lapisan yang terdorong secara horizontal pada salah satu tepi lapisan tersebut maupun pada kedua tepi lapisan.

Bidang patahan adalah bidang rekahan pada sesar. Daerah kapur adalah daerah yang batuannya terdiri atas sisa-sisa organisme. Terdapatnya kapur di suatu wilayah menunjukkan bahwa daerah tersebut pernah berada di bawah permukaan air laut.

Gempa merupakan getaran yang terjadi karena gerakan batuan yang melewati batas kelentingannya.  Daya lenting adalah kekuatan suatu benda untuk menahan tegangan, misalnya jika sebuah tongkat dibengkokkan maka tongkat tersebut memiliki kekuatan untuk menahan tegangan. Jika kekuatan utuk menahan tegangan tersebut terlampaui maka tongkat akan patah. Gaya berat atau gravitasi adalah kemampuan suatu benda untuk menarik benda lainnya.

Pelapukan adalah pecahnya batuan menjadi ukuran yang lebih kecil. Lahar adalah material-material vulkanik bercampur air yang menuruni lereng gunungapi karena gaya beratnya. Lava adalah magma yang mencapai permukaan bumi melalui sebuah letusan. Magma adalah bat uan dalam bentuk cair yang berada di bawah permukaan bumi

Litosfer adalah apisan yang kaku yang berada pada bagian teratas dari bumi. Struktur lipatan adalah susunan batuan yang terdiri atas sinklin, sayap dan antiklin
Tekstur batuan adalah kasar halusnya suatu batuan. Jenis batuan dapat dikelompokkan menjadi batuan beku, sedimen, dan metamorf.
Gunung api adalah suatu lubang di permukaan bumi tempat magma, gas, dan debu dari dalam bumi keluar menuju permukaan bumi. Tipe gunung api dapat dibedakan menjadi:
a.   tipe maar                                                                         c.   tipe strato.
b.   tipe perisai

Pemanfaatan lingkungan fisik oleh manusia, pada dasarnya tergantung kepada kualitas manusianya. Pusat-pusat kegiatan ekonomi penduduk pada hakekatnya adalah hasil peradaban manusia yang mampu memanfaatkan kondisi lingkungan fisiknya sesuai dengan kemampuan potensinya yang dominan di daerah yang bersangkutan.
Berdasakan kondisi lingkungan fisik pusat-pusat kegiatan ekonomi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1.   Daerah dataran tinggi, merupakan daerah pertanian hortikultura
2.   Daerah dataran rendah sebagian besar penduduknya bertani dan menghasilkan komoditas tanaman pangan.
3.   Daerah pantai merupakan daerah perikanan, sebagian besar penduduknya sebagai petani tambak dan nelayan
4.   Daerah Industri dan jasa cenderung berkembangdi daerah dataran rendah
Kondisi geografi juga berpengaruh terhadap jenis transportasi, khususnya di luar jawa, dimana prasarana transportasi daratnya belum berkembang. Daerah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua memiliki karakteristik prasarana dan sarana transportasi.

Pegunungan merupakan deretan atau rangkaian gunung yang menjulang tinggi dibandingkan daerah sekitarnya. Pegunungan memiliki ketinggian lebih dari 500 m di atas permukaan laut. Daerah pantai adalah daerah yang letaknya ditepi laut dimana sejauh air pasang masih bias mencapai daratan.
Dataran Tinggi adalah bentuk muka bumi yang relatif datar yang letaknya di daerah yang tinggi, yaitu memiliki ketinggian antara 700-800 meter di atas permukaan laut. Dataran rendah adalah bentuk muka bumi yang relatif datar dan letaknya di daerah yang rendah memiliki ketinggian kurang dari 600 meter di atas permukaan laut.

Jumlah penduduk yang besar bagi suatu negara adalah sangat menguntungkan karena memiliki sumberdaya manusia yang handal. Namun sumber daya manusia yang besar tanpa diikuti dengan kualitas justru akan menimbulkan permasalahan,seperti halnya di Indonesia masalah kependudukan yang timbul adalah, tingkat kelahiran, tingkat kematian, masalah kepadatan, masalah penyebaran yang tidak merata, angka ketergantungan, dan angka harapan hidup.
Dinamika penduduk dipengaruhi oleh unsur-unsur: kelahiran, kematian dan migrasi. Dalam bentuk grafis komposisi penduduk menurut jenis kelamin dan umur dapat digambarkan dalam bentuk piramida penduduk.
1.   Melalui piramida penduduk sifat kependudukan suatu wilayah dapat dilihat dari proporsi penduduk laki-laki dan perempuan dalam setiap kelompok umur.
2.   Piramida penduduk juga dapat memberikan gambaran tentang keadaan dan perumahan setiap kelompok umur di masa lalu.
3.   Piramida penduduk kita juga dapat memperkirakan keadaan penduduk di masa datang.
Gambaran mengenai jumlah masing-masing kelompok umur dan jenis kelamin dapat terlihat pada setiap kotak mendatar.Komposisi penduduk selalu mengalami perubahan. Perubahan tersebut mempengaruhi karakteristik penduduknya.

Tingkat kelahiran (fertilitas) adalah tingkat pertambahan jumlah anak atau tingkat kelahiran bayi pada suatu periode tertentu. Tingkat kelahiran bayi dapat dihitung dengan dua cara, yaitu:
1.   Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR), angka kelahiran yang menunjukkan jumlah kelahiran perseribu penduduk dalam suatu periode.
2.   Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate/GFR), angka yang menunjukkan jumlah bayi yang lahir dari setiap 1000 wanita pada usia reproduksi atau melahirkan yaitu pada kelompok usia 15-49 tahun.

Tingkat kematian (mortalitas) merupakan pengurangan jumlah penduduk pada periode tertentu yang disebabkan oleh faktor kematian.
1.   Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR), angka yang menunjukkan ratarata kematian perseribu penduduk dalam satu tahun.
2.   Tingkat Kematian Menurut Umur (Age Specific Death Rate/ASDR),  angka yang menunjukkan banyaknya kematian pada kelompok umur tertentu perseribu penduduk dalam kelompok yang sama.

Berdasarkan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin, keadaan penduduk suatu wilayah dapat dibedakan berdasarkan tiga kelompok berikut:
1.   Kelompok ekspansif; menujukkan sebagian besar penduduknya berada pada kelompok umur paling muda.
2.   Kelompok kontraktif; menunjukkan jumlah penduduk pada kelompok usia paling muda mengalami penurunan.
3.   Kelompok stasioner; perbandingan umur hampir tidak ada. Jumlah kelompok sama banyaknya.
Rasio Jenis Kelamin merupakan perbandingan antara banyaknyanya penduduk laki-laki dengan perempuan pada suatu daerah dalam waktu tertentu. Biasanya dinyatakan dalam banyaknya penduduk laki-laki untuk setiap 100 penduduk perempuan. Rasio Jenis Kelamin = (Jumlah laki-laki : jumlah perempuan) x 100
Angka beban ketergantungan merupakan perbandingan antara penduduk usia produktif dengan penduduk usia non produktif. Angka harapan hidup (life expectancy) pada suatu wilayah adalah perkiraan sampai berapa lama penduduk wilayah tersebut dapat bertahan hidup.

Penduduk usia produktif adalah penduduk pada kelompok usia di mana ia dapat berpenghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, yaitu antara usia 15-64 tahun.  Penduduk kelompok usia non-produktif adalah kelompok usia di mana ia tidak dapat berpenghasilan guna mencukupi kebutuhan hidupnya, yaitu kelompok usia di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun. Kehidupan mereka akan ditanggung oleh mereka yang berada pada kelompok usia produktif.
Dampak permasalahan kependudukan dapat diidentifikasi sebagi berikut;
1.   Di daerah perkotaan terjadi penyempitan lahan akibat pembangunan industri dan perumahan.
2.   Terjadi kemerosotan lingkungan di beberapa wilayah akibat terjadinya pencemaran lingkungan dengan adanya pembangunan industri.
3.   Berubahnya fungsi lahan dari pertanian menjadi industri/perumahan. Hal ini meyebabkan pemilikan lahan semakin sempit, akibat adanya polarisasi pemilikan lahan pertanian dan pertambahan penduduk di perdesaan yang menyebabkan terjadinya pengangguran tidak kentara.
4.   Industrialisasi diperkotaan memacu adanya arus urbanisasi yang berpengaruh terhadap penghasilan di desa karena di desa kekurangan tenaga kerja.
5.   Krisis ekonomi dewasa ini memberikan dampak negatif terhadap kualitas penduduk. Jumlah penduduk miskin dewasa ini (Jawa Post, Desember 2007) mencapai 39 juta, dan pengangguran berjumlah 36 juta jiwa.
6.   Terjadinya perubahan struktur ekonomi di masyarakat dari kegiatan pertanian primer ke industri sekunder dan sektor jasa
7.   Ketimpangan persebaran penduduk, pada daerah-daerah yang sulit dijangkau menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan dan kesehatan
8.   Persebaran penduduk yang tidak merata ini menyebabkan pada daerah yang jarang penduduknya, kekayaan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya menjadi kurang termanfaatkan karena kekurangan sumber daya manusia untuk mengelolanya.
9.   Sebaliknya, pada daerah yang padat penduduknya, terjadi kelebihan sumber daya manusia sehingga terjadi pengangguran, pemukiman kumuh, dan kemiskinan. Hal ini disebabkan, sumber daya alam di daerahnya sudah tidak dapat mendukung kehidupan penduduknya yang sudah melebihi kapasitas daya dukungnya.

Upaya dampak pengendalian pertambahan penduduk :
1.   Melaksanakan Program Keluarga Berencana
2.   Melaksanakan Program Transmigrasi
Mobilitas penduduk adalah gerakan penduduk yang melintasi batas wilayah tertentu dalam peiode tertentu. Pada umumnya perpindahan penduduk bergerak menuju ke wilayah yang memiliki fasilitas dan kesejahteraan lebih baik dibandingkan dengan daerah asalnya. Dengan demikian, mobilitas penduduk terjadi karena terdapat perbedaan tingkat kesejahteraan atau kemajuan antara daerah satu dengan daerah lainnya.

Peningkatan kualitas penduduk dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut;
1.   Untuk mengatasi permasalahan di bidang kesehatan, dilakukan penyusunan pedoman gizi, yang dapat dicapai oleh penduduk. Selain itu, dibangun pula fasilitas kesehatan berapa rumah sakit dan puskesmas, serta jumlah dokter dan perawat yang ditambah dan disebarkan ke seluruh pelosok tanah air.
2.   Untuk mengurangi murid putus sekolah, diadakan kelompok belajar paket dan sekolah terbuka supaya sekolah tersebut tidak mengganggu kegiatan lainnya. Selain itu, dilakukan pula program wajib belajar sembilan tahun, program orang tua asuh, serta pemberian beasiswa bagi murid yang kurang mampu.
3.   Untuk mengatasi kesenjangan sosial, diupayakan melalui program pengentasan kemiskinan atau peningkatan keterampilan untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Menurut Undang-undang RI No 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, pengertian lingkunan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk lainnya.  

Unsur-unsur lingkungan hidup secara garis besar terdiri atas tiga komponen besar, yaitu:
(1) unsur fisik                         (2)     unsur hayati                    (3)     unsur budaya
Bagi kehidupan, lingkungan hidup memiliki arti sebagai berikut:
(1)     wahana bagi keberlanjutan kehidupan                            (3)       tempat mencari makan
(2)     tempat tinggal

Kerusakan lingkungan hidup terjadi disebabkan dua hal yaitu oleh proses alam dan ulah manusia. Kerusakan yang disebabkan oleh proses alam di antaranya adalah:
(1)     letusan gunung api                                                          (3)     badai siklon
(2)     gempa bumi

Sementara itu, kerusakan yang disebabkan oleh kegiatan manusia antara lain:
(1)     kerusakan hutan, serta
(2)     pencemaran lingkungan karena limbah padat, cair dan gas.

Upaya pelestarian lingkungan hidup adalah rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dan/atau dampak negative yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan agar tetap mampu mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Upaya tersebut antara lain adalah:
(1)     upaya pelestarian hutan                                      (3) upaya pelestarian sumberdaya udara
(2)     upaya pelestarian tanah dan sumberdaya air       (4) upaya pelestarian keanekaragaman hayati

Pembangunan berkelanjutan merupakan pembangunan yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan manusia melalui pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana, efisiensi, dan memperhatikan pemanfaatnnya baik utnuk generasi masa kini maupun generasi yang akan datang (WCED, 1987: 59). Ciri-ciri pembangunan berkelanjutan tersebut, antara lain:
(1)     Menjamin pemerataan dan keadilan                   (3) Menggunakan pendekatan integratif
(2)     Menghargai keanekaragaman hayati                   (4) Menggunakan pandangan jangka panjang

Menurut tingkat kemajuan, negara-negara di dunia digolongkan menjadi:
1.   Negara maju (developed country): ditandai dengan pendapatan perkapita tinggi dan kualitas penduduk yang tinggi (Inggris, Jerman, Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan Selandia Baru).
2.   Negara berkembang: ditandai dengan pendapatan perkapita dan kualitas penduduk yang relatif rendah (Nikaragua, Panama Afrika Selatan, India, Malaysia, Indonesia)
3.   Negara industri baru (newly industrialized country): negara berkembang yang sedang merintis perekonomiannya ke arah industri maju (Singapura, Hongkong, Korea Selatan, Taiwan, Argentina, Brasil, Meksiko, Yunani, Portugal, dan Spanyol).
Ciri-ciri negara maju:
1.   Tingkat pertumbuhan penduduk relatif lebih rendah.
2.   Persebaran penduduk di daerah perkotaan jauh lebih tinggi daripada di daerah pedesaan.
3.   Angka kelahiran sudah dapat dikontrol sehingga pertumbuhan penduduknya relatif rendah.
4.   Angka buta hurufnya sangat rendah.
5.   Pendapatan per kapitanya sangat tinggi.
6.   Kualitas standar hidup penduduknya sangat tinggi karena tingginya pendapatan per kapita.
7.   Pelayanan kesehatan penduduknya terjamin sehingga angka harapan hidup tinggi.
8.   Tingkat kemiskinannya sangat rendah.
9.   Kualitas pendidikannya sangat bagus.
10.       Kegiatan utama penduduknya di bidang nonpertanian,
11. Teknologi berkembang pesat.
12  Industri menjadi tulang punggung perekonomian.
13. Pengolahan sumber daya alam dilakukan dengan maksimal.

Ciri-ciri negara berkembang:
1.   Jumlah dan tingkat pertumbuhan penduduk besar serta penyebaran kurang merata.
2.   Kualitas penduduk masih rendah.
3.   Teknologi masih belum berkembang.
4.   Industri belum berkembang. Perekonomian negara masih didominasi oleh sector agraris.
5.   Pengolahan sumber daya alam masih kurang maksimal.
Pembangunan sector-sektor industri meliputi:
1.   Sektor industri pertama; dalam kegiatan ekonomi meliputi kegiatan atau usaha mengubah sumber daya alam menjadi barang setengah jadi untuk industri. Kegiatan ekonomi pada level ini umumnya meliputi sektor pertanian, agribisnis, kehutanan, dan pertambangan.
2.   Sektor industri kedua; dalam kegiatan ekonomi meliputi kegiatan atau usaha mengolah barang setengah jadi yang dihasilkan pada kegiatan industri pertama untuk diolah lebih lanjut dan menghasilkan barang siap pakai. Termasuk dalam sektor ini adalah kegiatan manufaktur dan konstruksi.
3.   Sektor industri ketiga; lebih dikenal sebagai sektor jasa (industri jasa). Sektor ini umumnya meliputi kegiatan distribusi barang dan jasa (yang dihasilkan pada sektor industri kedua) kepada konsumen.
4.   sektor industri keempat; merupakan kelanjutan dari kegiatan sektor industri ketiga. Kegiatan industri pada level ini umumnya berhubungan dengan bisnis jasa (service) yang bersifat intelektual.     

Indikator / ukuran penilaian untuk menggolongkan suatu negara sebagai negara maju atau berkembang:
1.   Tingkat pertumbuhan penduduk.
2.   Kualitas penduduk (tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan tingkat kesehatan)
3.   Kemajuan teknologi dan penggunaannya.
4.   Kemajuan industri dan penggunaannya.
5.   Pengolahan Sumber Daya Alam (SDA).

Kualitas penduduk suatu negara dapat dilihat dari beberapa hal, yaitu dari:
1.   tingkat pendidikan                                                 3.   tingkat kesehatan
2.   tingkat pendapatan (potensi ekonomi)

Tingkat pendidikan Suatu negara dinilai dengan:
1.   sebagian besar penduduknya telah bebas buta huruf
2.   tingkat pendidikan rata-rata penduduknya cukup tinggi;
3.   semua penduduk usia sekolah menempuh pendidikan.
Pendapatan per kapita adalah rata-rata pendapatan penduduk suatu negara dalam satu tahun. Pendapatan per kapita diperoleh dari hasil bagi Produk Nasional Bruto (Gross National Product / GNP) dengan jumlah penduduk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar