Proses sosial adalah cara-cara
berhubungan yang dapat dilihat jika para individu dan kelompok-kelompok saling
brtemu dan menetukan sistem serta bentuk hubungan tersebut. Interaksi sosial
merupakan hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang
perorangan, antar kelompok dengan kelompok lainnya. Interaksi sosial akan
terjadi jika ada kontak sosial dan komunikasi. Faktor-faktor yang mendasari
interaksi sosial antara lain;
1. imitasi 3. identifikasi
2. sugesti 4. simpati
Sosialisasi merupakan suatu proses
yang membawa individu melalui belajar dan menyesuaikan diri dalam mempelajari
norma, nilai untuk dapat berperan dalam kehidupan sosial. Tujuan sosialisasi
adalah agar setiap orang memberikan ilmu dan keterampilan, mengembangkan
kemampuan, menanamkan nilai dan norma serta memahami peranan dan status
sosialnya.
Media yang menjadi sarana sosialisasi
antara lain: keluarga, teman sepermainan atau kelompok, sekolah, lingkungan
kerja, dan lingkungan masyarakat sekitarnya. Sosialisasi mempunyai peranan yang
penting dalam menentukan kepribadian seseorang. Kepribadian merupakan suatu
kesatuan dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik daalam menyesuaikan
diri dengan lingkungannya.
Faktor kepribadian dipengaruhi oleh
beberapa hal yaitu : keturunan, lingkungan alam, lingkungan kebudayaan serta
lingkungan sosial. Penyebab manusia perlu bersosialisasi antara lain:
1. karena manusia
tidak dapat hidup sendiri
2. masing-masing
individu memiliki perbedaan, sehingga dengan sosialisasi akan tercipta
kerukunan, persatuan, dan saling menghargai.
Orang-orang sukses adalah:
1. Selalu percaya diri
dan merasakan bahwa mereka berbuat sesuatu untuk dunia.
2. Mau mengambil
resiko. Mereka berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun
relasi dengan banyak orang dan gesit mencoba sesuatu yang baru.
3. Mampu menikmati apa
yang mereka kerjakan. Mereka melihat pekerjaan sebagai hobi.
4. Tidak pernah
setengah-setengah dalam bekerja.
Interaksi adalah hubungan manusia
yang dengan manusia lain. Budaya adalah
kebiasaan yang dilakukan orang Kerjasama adalah kegiatan yang dilakukan oleh
dua orang atau lebih. Modal adalah uang atau barang sebagai sarana menghasilkan
barang lain. Kebutuhan adalah sesuatu yang harus dimiliki oleh manusia. Optimal
adalah hasil yang diharpakan. Norma adalah aturan atau ketentuan yang berlaku
di masyarakat
Langka adalah sesuatu yang
keberadaanya jarang. Efisien adalah kegiatan yang dilakukan tidak banyak
mengeluarkan biaya atau hemat. Efektif adalah kegiatan yang dilakukan secara
tepat
Interaksi manusia dengan manusia
tersebut menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang selalu hidup
bersama dan tidak dapat hidup sendiri dalam memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan
manusia yang satu dengan yang lain berbeda ragam dan jumlahnya. Perbedaan ini
disebabkan oleh faktor–faktor yang memengaruhinya, antara lain;
1. jenis
kelamin 4. lingkungan
2. tingkat
pendidikan 5. selera
3. tingkat
pendapatan 6. dan lainnya.
Manusia juga dikenal sebagai makhluk
ekonomi (homo economicus) kerena manusia selalu ingin memenuhi kebutuhan, tentu
saja dengan cara yang rasional sehingga dapat mencapai kesejahteraannya
Manusia dikatakan makhluk ekonomi dan
makhluk sosial karena pada hakekatnya dalam kehidupan membutuhkan berbagai
macam kebutuhan yang harus dipenuhi. Dalam rangka memenuhi kebutuhan itu
manusia harus melakukan interaksi dengan orang lain, baik secara individu
maupun secara kelompok.
Penyakit sosial adalah adalah
perbuatan atau tingkah laku yang bertentangan dengan norma kebaikan, stabilitas
local, pola kesederhanaan, moral, hak milik, solidaritas angga, disiplin,
kebaikan dan hukum formal. Bentuk-bentuk penyakit sosial tersebut menimbulkan
dampak negatif bagi invidu yang melakukan dan masyarakat sekitarnya:
1. Perjudian
4.
Alkoholisme
2. Tawuran
Antar Pelajar 5.
Pelacuran
3. Penyalahgunaan
Napza 6.
Korupsi
Penyimpangan sosial adalah perbuatan
atau tingkah laku yang melanggar, bertentangan, menyimpang atau tidak sesuai
dengan norma, aturan maupun harapan lingkungan masyarakat. Bisa juga diartikan,
penyimpangan social adalah adalah bentuk perbuatan yang mengabaikan nilai,
norma dan aturan yang berlaku dalam masyarakat. Penyebab penyimpangan sosial
sebagai berikut:
1. Keadaan keluarga
yang carut-marut (broken home).
2. Persoalan ekonomi,
tidak terpenuhinya kebutuhan ekonomi dapat mendorong orang melakukan kegiatan
apa saja, asal bisa memperoleh sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan
ekonominya.
3. Pelampiasan rasa
kekecewaan
4. Pengaruh lingkungan
masyarakat
5. Ketidaksanggupan
menyerap nilai dan norma yang berlaku, hal ini umumnya terjadi pada para
pendatang baru (penduduk baru) di lingkungan yang baru.
6. Pengaruh
kemajuan teknologi
Macam-macam Bentuk Penyimpangan
Sosial, antara lain;
1. Penyimpangan
Primer(penyimpangan sosial itu bersifat sementara, tidak didominasi oleh si
pelaku, dan masyarakat masih bersedia mentolerir, maka penyimpangan social) dan
Sekunder(bersifat sementara maupun berkelanjutan, didominasi oleh si pelaku,
dan masyarakat sudah tidak dapat mentolerir)
2. Penyimpangan Sosial
Individu dan Kelompok
Cara-cara Pengendalian Sosial, antara lain:
1. Tanpa Kekerasaan
(persuasif), cara ini dilakukan dengan penekanan pada usaha membimbing atau
mengajak berupa anjuran.
2. Dengan Kekerasan
(coersive), mestinya langkah ini ditempuh setelah langkah persuasif telah
dilakukan.
3. Penciptaan Situasi
yang Dapat Mengubah Sikap dan Perilaku (kompulsi), pengendalian sosial sangat
tepat bila dilakukan dengan menciptakan situasi dan kondisi yang dapat mengubah
sikap dan perilaku seseorang.
4. Penyampaian Nilai,
Norma dan Aturan Secara Berfulang-ulang (vervasi), pengendalian sosial juga
dapat dilakukan dengan cara penyampaian nilai, norma, aturan secara
berulang-ulang.
Bentuk Pengendalian Sosial, untuk
dapat mencegah dan mengatasi penyakit dan penyimpangan sosial, maka
bentuk-bentuk pengendalian sosial dapat dilakukan melalui cara-cara; cemoohan,
teguran, pendidikan, agama, pengucilan, dan meminta pihak lain menanganinya. Lembaga
Pengendalian Sosial :
1. Kepolisian. 3.
Adat Istidat
2. Pengadilan
Tiap masyarakat mengalami perubahan
sosial. Secara singkat dikatakan bahwa perubahan sosial adalah perubahan dalam
bidang hubungan sosial atau perubahan terhadap keseimbangan dalam hubungan social
tersebut. Artinya, yang mengalami perubahan sosial adalah hubungan sosial. Perubahan
sosial memengaruhi keseimbangan hubungan sosial. Ada banyak faktor yang
menyebabkan terjadinya perubahan sosial. Faktor-faktor tersebut dapat
dikelompokkan menjadi:
1. faktor intern
2. faktor ekstern
Kebudayaan masyarakat lain
menyebabkan perubahan sosial karena kontak langsung maupun kontak tidak
langsung dengan masyarakat tersebut. Kontak tidak langsung menyebabkan
perubahan sosial melalui proses-proses difusi, akulturasi, asimilasi, sintesa,
dan imitasi. Berdasarkan hasilnya ada perubahan dalam arti kemajuan (progress)
dan kemunduran (regress). Berdasarkan lamanya waktu proses perubahan, ada revolusi
dan evolusi. Berdasarkan dampaknya, ada
perubahan yang kecil pengaruhnya dan ada juga perubahan yang besar pengaruhnya.
Berdasarkan keinginan masyarakat ada
perubahan yang dikehendaki maupun perubahan yang tidak dikehendaki.
Faktor penghambat terjadinya
perubahan sosial:
1. keadaan
masyarakat yang terisolasi 5. ketakutan akan terganggunya integrasi
2. keterlambatan
ilmu pengetahuan 6. prasangka terhadap hal-hal baru
3. sikap
masyarakat yang konservatif 7. hambatan ideologis
4. kepentingan
yang tertanam kuat (vested interest) 8. tradisi yang kuat
Faktor-faktor pendorong munculnya
perubahan sosial budaya:
1. kontak dengan
kebudayaan lain
2. sistem pendidikan
yang maju
3. sikap menghargai
hasil karya orang dan keinginan untuk maju
4. toleransi terhadap
perbuatan- perbuatan yang menyimpang
5. system terbuka dalam
lapisan-lapisan masyarakat
6. penduduk yang
heterogen
7. ketidakpuasan masyarakat
terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu
8. orientasi ke masa
depan, nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki
hidupnya.
Pada umumnya masyarakat lebih
menyukai kehidupan mereka berjalan seperti biasa. Hal-hal baru yang dapat
menimbulkan perubahan pada awalnya cenderung ditolak. Tidak semua hal baru atau
perubahan mendapat tentangan secara luas dari masyarakat. Beberapa perubahan
dapat diterima dan disetujui oleh masyarakat. Ada beberapa faktor yang berperan
dan berpengaruh terhadap diterima atau ditolaknya suatu unsur atau kebudayaan
baru, yaitu:
1. kebiasaan masyarakat
dalam berhubungan dengan masyarakat lain yang memiliki kebudayaan yang berbeda;
suatu unsur kebudayaan baru lebih mudah diterima jika tidak bertentangan dengan
ajaran agama yang dianut masyarakat;
2. corak struktur
sosial suatu masyarakat yang menentukan proses penerimaan unsur kebudayaan
baru; suatu unsure kebudayaan baru lebih mudah diterima masyarakat kalau
sebelumnya sudah ada
Unsur-unsur kebudayaan yang menjadi
landasan bagi diterimanya unsur baru tersebut;
1. Unsur baru yang
terbukti mempunyai kegunaan konkret dan terjangkau oleh kebanyakan anggota
masyarakat akan mudah diterima.
2. Sebaliknya unsur
baru yang belum terbukti kegunaannya dan tidak terjangkau oleh kebanyakan anggota
masyarakat lebih sulit diterima.
Ada kecenderungan masyarakat untuk
mempertahankan beberapa unsur kebudayaannya dan menolak unsur-unsur kebudayaan yang
berasal dari kebudayaan lain. Unsur-unsur yang dipertahankan tersebut ialah:
1. Unsur yang
mempunyai fungsi vital dan sudah diterima luas oleh masyarakat; unsure yang
diperoleh melalui proses sosialisasi sejak kecil dan sudah terinternalisasi
dalam diri anggota masyarakat
2. Unsur kebudayaan yang
menyangkut sistem keagamaan atau religi
3. Unsur-unsur yang
menyangkut ideology dan falsafah hidup.
Ada beberapa faktor yang mendorong
munculnya kecenderungan perubahan dalam masyarakat atau kebudayaan, di
antaranya:
1. rasa tidak puas
masyarakat atas keadaan dan situasi yang ada; kesadaran akan adanya kekurangan
dalam kebudayaan sendiri
2. pertumbuhan
masyarakat menyebabkan timbulnya keperluan, keadaan, dan kondisi baru
3. ada
kesulitan-kesulitan yang tidak dapat diatasi dengan sistem kebudayaan yang ada
4. bertambahnya
kebutuhan hidup yang didukung oleh keinginan untuk meningkatkan taraf hidup
lebih sejahtera
5. sikap terbuka dari
masyarakat yang bersangkutan terhadap hal-hal baru.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar