Senin, 07 Januari 2019

Rangkuman Sosiologi 9 SMP


Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat jika para individu dan kelompok-kelompok saling brtemu dan menetukan sistem serta bentuk hubungan tersebut. Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang perorangan, antar kelompok dengan kelompok lainnya. Interaksi sosial akan terjadi jika ada kontak sosial dan komunikasi. Faktor-faktor yang mendasari interaksi sosial antara lain;
1.   imitasi                                                                    3.   identifikasi
2.   sugesti                                                                    4.   simpati
Sosialisasi merupakan suatu proses yang membawa individu melalui belajar dan menyesuaikan diri dalam mempelajari norma, nilai untuk dapat berperan dalam kehidupan sosial. Tujuan sosialisasi adalah agar setiap orang memberikan ilmu dan keterampilan, mengembangkan kemampuan, menanamkan nilai dan norma serta memahami peranan dan status sosialnya.

Media yang menjadi sarana sosialisasi antara lain: keluarga, teman sepermainan atau kelompok, sekolah, lingkungan kerja, dan lingkungan masyarakat sekitarnya. Sosialisasi mempunyai peranan yang penting dalam menentukan kepribadian seseorang. Kepribadian merupakan suatu kesatuan dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik daalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Faktor kepribadian dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu : keturunan, lingkungan alam, lingkungan kebudayaan serta lingkungan sosial. Penyebab manusia perlu bersosialisasi antara lain:
1.   karena manusia tidak dapat hidup sendiri
2.   masing-masing individu memiliki perbedaan, sehingga dengan sosialisasi akan tercipta kerukunan, persatuan, dan saling menghargai.

Orang-orang sukses adalah:
1.   Selalu percaya diri dan merasakan bahwa mereka berbuat sesuatu untuk dunia.
2.   Mau mengambil resiko. Mereka berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang dan gesit mencoba sesuatu yang baru.
3.   Mampu menikmati apa yang mereka kerjakan. Mereka melihat pekerjaan sebagai hobi.
4.   Tidak pernah setengah-setengah dalam bekerja.
Interaksi adalah hubungan manusia yang dengan manusia lain.  Budaya adalah kebiasaan yang dilakukan orang Kerjasama adalah kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Modal adalah uang atau barang sebagai sarana menghasilkan barang lain. Kebutuhan adalah sesuatu yang harus dimiliki oleh manusia. Optimal adalah hasil yang diharpakan. Norma adalah aturan atau ketentuan yang berlaku di masyarakat
Langka adalah sesuatu yang keberadaanya jarang. Efisien adalah kegiatan yang dilakukan tidak banyak mengeluarkan biaya atau hemat. Efektif adalah kegiatan yang dilakukan secara tepat
Interaksi manusia dengan manusia tersebut menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang selalu hidup bersama dan tidak dapat hidup sendiri dalam memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan manusia yang satu dengan yang lain berbeda ragam dan jumlahnya. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor–faktor yang memengaruhinya, antara lain;
1.   jenis kelamin                                                         4.   lingkungan
2.   tingkat pendidikan                                                 5.   selera
3.   tingkat pendapatan                                                 6.   dan lainnya.
Manusia juga dikenal sebagai makhluk ekonomi (homo economicus) kerena manusia selalu ingin memenuhi kebutuhan, tentu saja dengan cara yang rasional sehingga dapat mencapai kesejahteraannya
Manusia dikatakan makhluk ekonomi dan makhluk sosial karena pada hakekatnya dalam kehidupan membutuhkan berbagai macam kebutuhan yang harus dipenuhi. Dalam rangka memenuhi kebutuhan itu manusia harus melakukan interaksi dengan orang lain, baik secara individu maupun secara kelompok.

Penyakit sosial adalah adalah perbuatan atau tingkah laku yang bertentangan dengan norma kebaikan, stabilitas local, pola kesederhanaan, moral, hak milik, solidaritas angga, disiplin, kebaikan dan hukum formal. Bentuk-bentuk penyakit sosial tersebut menimbulkan dampak negatif bagi invidu yang melakukan dan masyarakat sekitarnya:
1.   Perjudian                                                            4.   Alkoholisme
2.   Tawuran Antar Pelajar                                        5.   Pelacuran
3.   Penyalahgunaan Napza                                       6.   Korupsi

Penyimpangan sosial adalah perbuatan atau tingkah laku yang melanggar, bertentangan, menyimpang atau tidak sesuai dengan norma, aturan maupun harapan lingkungan masyarakat. Bisa juga diartikan, penyimpangan social adalah adalah bentuk perbuatan yang mengabaikan nilai, norma dan aturan yang berlaku dalam masyarakat. Penyebab penyimpangan sosial sebagai berikut:
1.   Keadaan keluarga yang carut-marut (broken home).
2.   Persoalan ekonomi, tidak terpenuhinya kebutuhan ekonomi dapat mendorong orang melakukan kegiatan apa saja, asal bisa memperoleh sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.
3.   Pelampiasan rasa kekecewaan
4.   Pengaruh lingkungan masyarakat
5.   Ketidaksanggupan menyerap nilai dan norma yang berlaku, hal ini umumnya terjadi pada para pendatang baru (penduduk baru) di lingkungan yang baru.
6.         Pengaruh kemajuan teknologi

Macam-macam Bentuk Penyimpangan Sosial, antara lain;
1.   Penyimpangan Primer(penyimpangan sosial itu bersifat sementara, tidak didominasi oleh si pelaku, dan masyarakat masih bersedia mentolerir, maka penyimpangan social) dan Sekunder(bersifat sementara maupun berkelanjutan, didominasi oleh si pelaku, dan masyarakat sudah tidak dapat mentolerir)
2.   Penyimpangan Sosial Individu dan Kelompok
Cara-cara  Pengendalian Sosial, antara lain:
1.   Tanpa Kekerasaan (persuasif), cara ini dilakukan dengan penekanan pada usaha membimbing atau mengajak berupa anjuran.
2.   Dengan Kekerasan (coersive), mestinya langkah ini ditempuh setelah langkah persuasif telah dilakukan.
3.   Penciptaan Situasi yang Dapat Mengubah Sikap dan Perilaku (kompulsi), pengendalian sosial sangat tepat bila dilakukan dengan menciptakan situasi dan kondisi yang dapat mengubah sikap dan perilaku seseorang.
4.   Penyampaian Nilai, Norma dan Aturan Secara Berfulang-ulang (vervasi), pengendalian sosial juga dapat dilakukan dengan cara penyampaian nilai, norma, aturan secara berulang-ulang.

Bentuk Pengendalian Sosial, untuk dapat mencegah dan mengatasi penyakit dan penyimpangan sosial, maka bentuk-bentuk pengendalian sosial dapat dilakukan melalui cara-cara; cemoohan, teguran, pendidikan, agama, pengucilan, dan meminta pihak lain menanganinya. Lembaga Pengendalian Sosial :
1.   Kepolisian.                                                3.   Adat Istidat
2.   Pengadilan

Tiap masyarakat mengalami perubahan sosial. Secara singkat dikatakan bahwa perubahan sosial adalah perubahan dalam bidang hubungan sosial atau perubahan terhadap keseimbangan dalam hubungan social tersebut. Artinya, yang mengalami perubahan sosial adalah hubungan sosial. Perubahan sosial memengaruhi keseimbangan hubungan sosial. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial. Faktor-faktor tersebut dapat dikelompokkan menjadi:
1.   faktor intern
2.   faktor ekstern
Kebudayaan masyarakat lain menyebabkan perubahan sosial karena kontak langsung maupun kontak tidak langsung dengan masyarakat tersebut. Kontak tidak langsung menyebabkan perubahan sosial melalui proses-proses difusi, akulturasi, asimilasi, sintesa, dan imitasi. Berdasarkan hasilnya ada perubahan dalam arti kemajuan (progress) dan kemunduran (regress). Berdasarkan lamanya waktu proses perubahan, ada revolusi dan evolusi.  Berdasarkan dampaknya, ada perubahan yang kecil pengaruhnya dan ada juga perubahan yang besar pengaruhnya.  Berdasarkan keinginan masyarakat ada perubahan yang dikehendaki maupun perubahan yang tidak dikehendaki.

Faktor penghambat terjadinya perubahan sosial:
1.   keadaan masyarakat yang terisolasi                          5.   ketakutan akan terganggunya integrasi
2.   keterlambatan ilmu pengetahuan                              6.   prasangka terhadap hal-hal baru
3.   sikap masyarakat yang konservatif                           7.   hambatan ideologis
4.   kepentingan yang tertanam kuat (vested interest)      8.   tradisi yang kuat

Faktor-faktor pendorong munculnya perubahan sosial budaya:
1.   kontak dengan kebudayaan lain
2.   sistem pendidikan yang maju
3.   sikap menghargai hasil karya orang dan keinginan untuk maju
4.   toleransi terhadap perbuatan- perbuatan yang menyimpang
5.   system terbuka dalam lapisan-lapisan masyarakat
6.   penduduk yang heterogen
7.   ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu
8.   orientasi ke masa depan, nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya.

Pada umumnya masyarakat lebih menyukai kehidupan mereka berjalan seperti biasa. Hal-hal baru yang dapat menimbulkan perubahan pada awalnya cenderung ditolak. Tidak semua hal baru atau perubahan mendapat tentangan secara luas dari masyarakat. Beberapa perubahan dapat diterima dan disetujui oleh masyarakat. Ada beberapa faktor yang berperan dan berpengaruh terhadap diterima atau ditolaknya suatu unsur atau kebudayaan baru, yaitu:
1.   kebiasaan masyarakat dalam berhubungan dengan masyarakat lain yang memiliki kebudayaan yang berbeda; suatu unsur kebudayaan baru lebih mudah diterima jika tidak bertentangan dengan ajaran agama yang dianut masyarakat;
2.   corak struktur sosial suatu masyarakat yang menentukan proses penerimaan unsur kebudayaan baru; suatu unsure kebudayaan baru lebih mudah diterima masyarakat kalau sebelumnya sudah ada

Unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur baru tersebut;
1.   Unsur baru yang terbukti mempunyai kegunaan konkret dan terjangkau oleh kebanyakan anggota masyarakat akan mudah diterima.
2.   Sebaliknya unsur baru yang belum terbukti kegunaannya dan tidak terjangkau oleh kebanyakan anggota masyarakat lebih sulit diterima.

Ada kecenderungan masyarakat untuk mempertahankan beberapa unsur kebudayaannya dan menolak unsur-unsur kebudayaan yang berasal dari kebudayaan lain. Unsur-unsur yang dipertahankan tersebut ialah:
1.   Unsur yang mempunyai fungsi vital dan sudah diterima luas oleh masyarakat; unsure yang diperoleh melalui proses sosialisasi sejak kecil dan sudah terinternalisasi dalam diri anggota masyarakat
2.   Unsur kebudayaan yang menyangkut sistem keagamaan atau religi
3.   Unsur-unsur yang menyangkut ideology dan falsafah hidup.

Ada beberapa faktor yang mendorong munculnya kecenderungan perubahan dalam masyarakat atau kebudayaan, di antaranya:
1.   rasa tidak puas masyarakat atas keadaan dan situasi yang ada; kesadaran akan adanya kekurangan dalam kebudayaan sendiri
2.   pertumbuhan masyarakat menyebabkan timbulnya keperluan, keadaan, dan kondisi baru
3.   ada kesulitan-kesulitan yang tidak dapat diatasi dengan sistem kebudayaan yang ada
4.   bertambahnya kebutuhan hidup yang didukung oleh keinginan untuk meningkatkan taraf hidup lebih sejahtera
5.   sikap terbuka dari masyarakat yang bersangkutan terhadap hal-hal baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar