Senin, 07 Januari 2019

Rangkuman Sejarah 9 SMP


Menurut Ilmu Geologi (ilmu yang mempelajari kulit bumi), perkembangan bumi terbagi dalam beberapa tahapan, sebagai berikut:
1.   Arkaikum (kira-kira 2500 juta tahun lalu)
2.   Palaeozoikum (kira-kira 340 juta tahun lalu)
3.   Mesozoikum (kira-kira 140 juta tahun lalu)
4.   Neozoikum atau Kenozoikum (kira-kira 60 juta tahun lalu). Zaman ini dibagi menjadi:
a.   Tertier.
b.   Kwarter (kurang lebih 600.000 tahun yang lalu

Pra-aksara (masa pra-sejarah) adalah suatu masa dimana manusia belum mengenal tulisan. Sedangkan masa sesudah manusia mengenal tulisan. Masa pra-aksara disebut juga dengan masa nirleka (nir artinya tidak ada, dan leka artinya tulisan)
Bejana perunggu adalah sebuah banda yang bentuknya mirip seperti gitar Spanyol tetapi tanpa tangkai. Nekara adalah semacam berumbung dari perunggu yang berpinggang di bagian tengahnya dan sisi atapnya tertutup abris sous rosche adalah tempat berupa gua-gua yang menyerupai ceruk-ceruk di dalam batu karang yang cukup untuk memberikan perlindungan dari hujan dan panas Optimal hasil yang diharpakan. kjokkenmoddinger adalah kulit-kulit siput dan kerang yang dibuang itu selama ratusan atau ribuan tahun, menumpuk yang akhirnya menjelma menja menjadi bukit kerang dengan ketinggian dan lebarnya beberapa meter.
Berdasarkan benda-benda peninggalan yang ditemukan, masa pra-aksara / pra-sejarah dibagi menjadi :
1.   zaman batu; zaman batu ini dibagi lagi atas beberapa periode, yaitu:
a.   zaman batu tua (Palaelithkum)                            c.   zaman batu muda (Neolithikum)
b.   zaman batu tengah (Mesolithikum)                     d.   zaman batu besar (Megalithikum)
2.   zaman logam
Pada saat makanan (tumbuhan dan binatang) yang disediakan alam itu berlimpah maka tingkat kehidupan manusia pada waktu itu cukup berburu dan mengumpulkan makanan. Tetapi ketika bahan makanan mulai menipis dan tidak ada lagi, timbulah kemampuan manusia untuk mengolahnya. Perubahan yang terjadi pada alam ini, akan berpengaruh kepada kehidupan manusia. Mereka tidak lagi hidup berpindah-pindah (nomaden), tetapi mulai pada kehidupan yang menetap.

Di Indonesia VOC memiliki wewenang dan hak-hak antara lain sebagai berikut:
1.   Hak mendata personil atas dasar sumpah setia.
2.   Hak melakukan peperangan.
3.   Hak untuk mengadakan perjanjian dengan penguasapenguasa diseluruh Asia.
4.   Hak membentuk tentara dan mendirikan bentengbenteng.
5.   Hak mengedarkan mata uang.
6.   Hak memerintah di negeri jajahan
6Untuk semakin memperbesar kekuasaanya di Indonesia, VOC melakukan cara-cara politik devide et impera atau politik adu domba, dan tipu muslihat. Kejayaan VOC ternyata tidak bertahan lama. Dalam perkembangannya VOC mengalami masalah yang besar, yakni kebangkrutan. Kebangkrutan VOC ini terutama sekali terjadi karena para pegawainya banyak yang melakukan korupsi. Inilah sebabnya maka pada tanggal 31 Desember 1799, VOC dibubarkan. Setelah VOC dibubarkan kekuasaan kolonial di Indonesia diambil alih Pemerintah Belanda.
Terbentuknya Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda
1.   Pemerintahan Daendels (1808-1811)
-     Meningkatkan usaha pemasukan uang dengan cara pemungutan pajak.
-     Meningkatkan penanaman tanaman yang hasilnya laku di ‘pasaran dunia.
-     Rakyat masih diharuskan melaksanakan penyerahan wajib hasil pertaniannya.
-     Untuk menambah pemasukan dana, juga telah dilakukan penjualan tanah-tanah kepada pihak swasta.
-     Membangun jalan Anyer – Panarukan, Jawa Barat

2.   Pemerintahan Janssen (1811); Inggris terus mendesak kekuatan Belanda di Indonesia. Akhirnya Belanda menyerah di Tuntang, Salatiga. Penyerahah Janssen kepada Inggris secara resmi melalui Kapitulasi Tuntang yang ditandatangani pada tanggal 18 September 1811.

3.   Indonesia di bawah Kekuasaan Inggris (1811 -1816); Tindakan Raffels yang terkenal adalah dalam bidang ekonomi, sebagai berikut.
-     Pelaksanaan sistem sewa tanah atau pajak tanah (land rent) yang akan meletakkan dasar bagi perkembangan sistem perekonomian uang.
-     Penghapusan pajak dan penyerahan wajib hasil bumi.
-     Penghapusan kerja rodi dan perbudakan.
-     Penghapusan sistem monopoli.
-     Peletakan desa sebagai unit administrasi penjajahan. Tahun 1816, Raffles telah mengakhiri kekuasaannya di Indonesia.

4.   Pelaksanaan Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda II Setelah kembali ke tangan Belanda, Indonesia dipimpin oleh tiga orang Komisaris Jenderal, yaitu Elout, Van der Capellen dan Buyskas. Sementara itu kondisi perekonomian Belanda sedang merosot. Pemerintah Belanda mengalami kesulitan ekonomi.

5.   Menghadapi kesulitan kesulitan ekonomi itu, maka pada tahun 1829 seorang tokoh bemama Johannes Van den Bosh mengajukan kepada raja Belanda usulan-usulan yang berkaitan dengan cara-cara melaksanakan politik kolonial Belanda di Indonesia. Usul-usul itu antara lain bagaimana menghasilkan lebih banyak produk-produk tanaman yang dapat dijual di pasaran dunia. Sesuai dengan keadaan di negeri jajahan, maka penanaman dilakukan dengan paksa.
Konsep yang diusulkan Van den Bosh itulah yang kemudian dikenal dengan Cultuurstelsel (Tanam Paksa). Untuk dapat melaksanakan rencana tersebut pada tahun 1830 Van den Bosh diangkat sebagai Gubernur Jenderal baru di Jawa.
Tanam Paksa; kebijakan Gubernur Jendral Van den Bosh yang mewajibkan para petani Jawa untuk menanam tanaman-tanaman yang dapat diekspor ke pasaran dunia. Jenis tanaman itu antara lain kopi, tebu, tembakau, nila.
Ciri utama dari sistem Tanam Paksa adalah mewajibkan rakyat di Jawa untuk membayar pajak dalam bentuk barang dengan hasil-hasil pertanian yang mereka tanam. Untuk mempermudah pelaksanaan sistem tersebut diperlukan ketentuan-ketentuan yang lebih rinci. Ketentuan-ketentuan Tanam Paksa itu seperti termuat di dalam Staatblat (Lembaran Negara) Tahun 1834, No. 22. Ketentuan-ketentuan itu sebagai berikut.
(1)     Berdasarkan persetujuan, penduduk menyediakan sebagian dari tanahya untuk penanaman tanaman yang hasilnya dapat dijual di pasaran dunia.
(2)     Tanah pertanian yang disediakan penduduk untuk tujuan Tanam Paksa tidak boleh melebihi seperlima dari tanah pertanian yang dimiliki penduduk desa.
(3)     Waktu dan pekerjaan yang diperlukan untuk menanam tanaman dagangan atau tanaman ekspor (jenis tanaman untuk Tanam Paksa) tidak boleh melebihi pekerjaan yang diperlukan untuk menanam padi.
(4)     Tanah yang disediakan untuk tanaman dagangan dibebaskan dari pernbayaran pajak tanah.
(5)     Hasil tanaman dagangan itu wajib diserahkan kepada pemerintah Hindia Belanda. Jika harga atau nilai hasil tanaman dagangan yang ditaksir melebihi pajak tanah yang harus difbayarkan oleh rakyat, maka ditaksir kelebihannya akan dikembalikan kepadi rakyat.
(6)     Kegagalan panen yang bukan disebabkan oleh kesalahan rakyat petani, menjadi tanggungan pemerintah.
(7)     Penduduk desa bekerja di tanah-tanah untuk pelaksanaan Tanam Paksa itu di bawah pengawasan langsung oleh para penguasa pribumi, sedang pegawai-pegawai Eropa melakukan pengawasan secara umum.
Pelaksanaan Tanam Paksa; Ternyata seluruh pelaksanaan sistem Tanam Paksa didasarkan atas unsur paksaan. Para petani harus menyewakan tanah tanpa kompromi dan bahkan dipilih tanah-tanah yang subur. Luas tanah yang dipakai untuk Tanam Paksa ternyata tidak hanya seperlima namun mencapai sepertiga bahkan kadang-kadang sampai separuh dari luas tahah yang dimiliki petani.

Perlawanan Portugis :
1.   Perlawanan Kesultanan Ternate dipimpin oleh Sultan Hairun dari Ternate.
2.   Perlawanan Kesultanan Demak, R. Patah mengirim pasukannya di bawah Pati Unus untuk menyerang Portugis di Malaka. Pati Unus melancarkan serangannya pada tabun 1512 dan 1513. Kemudian pada tahun 1527, tentara Demak kembali melancarkan serangan terhadap Portugis yang mulai menanamkan pengaruhnya di Sunda Kelapa.
3.   Perlawanan Kesultanan Aceh, pada tahun 1629 Aceh mencoba menaklukkan Portugis. Penyerangan yang dilakukan Aceh ini belum berhasil mendapat kemenangan. Namun demikian Aceh masih tetap berdiri sebagai kerajaan yang merdeka.

Perlawanan terhadap VOC :
1.   Perlawanan Kesultanan Mataram, pada tanggal 8 November 1618 Gubernur Jendral VOC Jan Pieterzoon Coen memerintahkan Van der Marct menyerang Jepara. Peristiwa tersebut yang memperuncing perselisihan antara Mataram dengan Belanda. Raja Mataram Sultan Agung segera mempersiapkan penyerangan terhadap kedudukan VOC di Batavia. Serangan pertama dilakukan pada tahun 1628. Pasukan Mataram yang dipimpin Tumenggung Baurekso tiba di Batavia tanggal 22 Agustus 1628. Serangan pertama ini gagal dikarenakan :
-     Mataram kurang teliti memperhitungkan medan pertempuran
-     Kekurangan perbekalan
-     Kalah persenjataan
Mataram segera mempersiapkan serangan kedua Kali ini pasukan Mataram dipimpin Kyai Adipati Juminah, K.A. Puger, dan K.A. Purbaya. Serangan dimulai tanggal 1 Agustus dan berakhir 1 Oktober 1629. Serangan kedua inipun gagal. Selain karena faktor kelemahan pada serangan pertama, lumbung padi persediaan makanan banyak dihancurkan Belanda.
2.   Perlawanan Kesultanan Gowa, meletuslah perang antara VOC dengan Gowa pada 7 Juli 1667. Tentara VOC dipimpin Spelman yang diperkuat pengikut Arung Palaka menggempur Gowa. Karena kalah persenjataan, Benteng pertahanan tentara Gowa di Barombang dapat diduduki oleh pasukan Arung Palaka. Perselisihan ini diakhiri dengan ditandatanganinya perjanjian Bongaya yang isinya sebagai berikut.
-     Gowa harus mengakui hak monopoli.
-     Semua orang Barat, kecuali Belanda harus meninggalkan wilayah kekuasaan Gowa.
-     Gowa harus membayar biaya perang.
-     Di Makasar dibangun benteng-benteng VOC
Pada mulanya perjanjian Bongaya itu tidak ingin dilaksanakan. Bahkan Hasanuddin mengobarkan perlawanan kembali pada bulan April 1668.

Perlawanan Rakyat Indonesia Terhadap Kekuasaan Hindia Belanda
1.   Perlawanan Rakyat Maluku (1817) dipimpin oleh Thomas Matulesi. Ia dijuluki Pattimura. Tokoh-tokoh dalam pelawanan ini antara lain;: Christina Martha Tiahahu, Anthon Rhebok, Thomas Pattiwwail, dan Lucas Latumahina. Kapitan Patimura segera memimpin rakyat untuk menyerbu benteng Duurstede. Tanggal 15 Mei 1817 perlawanan rakyat Maluku dikobarkan.
2.   Perlawanan Kaum Paderi (1821-1837)
-     Perang Tahap Pertama (1821-1825), pada tahap pertama, kaum Paderi menyerang pos-pos dan pencegatan terhadap patroli-patroli Belanda. Pasukan Paderi menggunakan senjata-senjata tradisional, seperti tombak, dan parang
-     Perang Tahap kedua (1825-1837), setelah dapat menundukkan perlawanan Diponegoro, Belanda kembali melakukan penyerangan terhadap kedudukan Padri. Belanda menerapkan system pertahanan Benteng Stelsel. Benteng Fort de Kock di Bukittinggi dan Benteng Fort van der Cappelen merupakan dua benteng pertahanan. Dengan siasat ini akhirnya Belanda menang. Hal ini ditandai jatuhnya benteng pertahanan terakhir Padri di Bonjol tahun 1837.
3.   Perlawanan Pangeran Diponegoro (1825 - 1830) Peristiwa yang menjadi sebab khusus berkobamya perang Diponegoro adalah pemasangan patok oleh Belanda untuk pembangunan jalan yang melintasi tanah dan makam leluhur Pangeran Diponegoro di Tegalrejo. Pemasangan patok itu tanpa izin, sehingga sangat ditentang oleh Pangeran Diponegoro. Adapun sebab-sebab umum terjadinya perlawanan Diponegoro, sebagai berikut:
-     Wilayah Kesultanan Mataram semakin sempit dan para raja sebagai penguasa pribumi mulai kehilangan kedaulatan.
-     Belanda ikut campur tangan dalam urusan intern
-     Timbulnya kekecewaan di kalangan para ulama, karena masuknya budaya barat yang tidak sesuai dengan Islam.
-     Sebagian bangsawan merasa kecewa karena Belanda tidak mau mengikuti adapt istiadat kraton.
-     Sebagian bangsawan kecewa terhadap Belanda karena telah menghapus system penyewaan tanah oleh para, bangsawan kepada petani (mulai tahun 1824).
-     Kehidupan rakyat yang semakin menderita di samping harus kerja paksa masih harus ditambah beban membayar berbagai macam pajak.

Secara umum, Perang Dunia II (1939-1945) pecah atau meletus karena terjadinya perlombaan senjata, kegagalan LBB, terbentuknya aliansi politik, timbulnya imperialisme baru, munculnya semangat balas dendam, berkembangnya paham nasional yang sempit, terjadinya penyerbuan.
Secara khusus, Perang Dunia II meletus karena Jerman menyerbu Polandia pada tanggal 1 September 1939. Karena Polandia bersekutu dengan Inggris dan Perancis, maka pada tanggal 3 September 1939 kedua Negara ini langsung balik menyerang Jerman.
Penyerbuan Jepang atas Cina tahun 1937 dan penyerangan Jepang atas armada angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbour tanggal 7 Desember 1941 juga menjadi sebab khusus meletusnya Perang Dunia II. Perang Dunia II melibatkan banyak negara. Pertempuran terjadi di benua Eropa, antara lain di Polandia dan Finlandia, Norwegia dan Denmark, Belanda, Belgia, dan Perancis, Jerman, Inggris, Italia, dan Rusia. Pertempuran juga terjadi di benua Afrika, antara lain di Afrika Utara, Afrika Timur, Mesir, Alexandria, Maroko, Aljazair, dan Tunisi. Akibat Perang Dunia II, antara lain:
1.   Amerika Serikat dan Uni Soviet menjadi negara adikuasa;
2.   Perekonomian dunia merosot, kecuali Amerika Serikat. Amerika bahkan menjadi kreditor dunia;
3.   Golongan cerdik pandai semakin kuat dan banyak badan-badan social didirikan;           
4.   Kesadaran tentang kekejaman perang semakin terasa. Karena itu dibentuklah PBB untuk menjaga perdamaian dunia.

Setelah Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang, pada tanggal 8 Maret 1942, Indonesia menjadi wilayah kekuasaan militer Jepang. Jepang menjadikan Indonesia sebagai wilayah jajahan yang membantunya dalam memenangkan Perang Dunia II. Macam-macam organisasi bentukan pemerintah Jepang, yaitu:
1.   Gerakan Tiga A yang dipimpin oleh Mr. Syamsuddin;
2.   Putera yang dipimpin Soekarno, Mohammad Hatta, K.H. Mas Mansyur, dan Ki Hajar Dewantara;
3.   Jawa Hokokai;
-     MIAI yang dipimpin oleh K.H. Mas Mansyur dan Wondoamiseno;
-     Masyumi yang dipimpin oleh K.H. Hasyim Ashari dan K.H. Mas Mansyur.
Jepang membentuk organisasi pemuda semi militer dan bercorak militer, antara lain:
1.   Seinendan;                                                             4.   Heiho
2.   Fujinkai;                                                                5.   Peta
3.   Keibodan;                                                              ;
Penjajahan Jepang di Indonesia menimbulkan kesengsaraan yang dialami bangsa Indonesia. Jepang melakukan: pengerahan tenaga kerja romusha, pengerahan tenaga dan harta penduduk, pengerahan pemuda untuk keperluan perang Jepang.

Bangsa Indonesia berusaha melepaskan diri dari penjajahan dengan melakukan pemberontakan- pemberontakan terhadap Jepang di berbagai daerah, misalnya:
1.   di Aceh dipimpin oleh Tengku Abdul Djali
2.   di Jawa Barat dipimpin oleh K.H. Zainal Mustafa
3.   di Blitar dilakukan oleh tentara Peta yang dipimpin Supriyadi

Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dilakukan dengan dua cara:
1.   melalui perjuangan bersenjata; dengan beberapa pertempuran senjata melawan penjajah.
2.   perundingan-perundingan (diplomasi);  dilakukan dengan mencari dukungan dunia internasional melalui PBB dan mengadakan perundingan langsung dengan Belanda.

Perjuangan melalui perlawanan bersenjata, antara lain:
1.   Insiden bendera di Surabaya (19 September 1945).
2.   Pertempuran lima hari di semarang (15 - 20 Oktober 1945).
3.   Pertempuran di Surabaya (10 November 1945).
4.   Pertempuran Medan Area (10 Desember 1945).
5.   Bandung lautan api (23 Maret 1946).
6.   Pertempuran Margarana (29 November 1946).
7.   Pertempuran lima hari di Palembang ( 1 Januari 1947).
8.   Agresi Militer Belanda I (21 Juli 1947).
9.   Agresi Militer Belanda II (19 Desember 1948).
10. Serangan Umum 1 Maret 1949.

Perundingan yang dilakukan dengan Belanda di antaranya adalah:
1.   Perundingan permulaan di Hooge Veluwe (14 - 25 April 1946).
2.   Perundingan gencatan senjata (20-30 September 1946).
3.   Perjanjian Linggarjati (10 - 15 November 1946).
4.   Perjanjian Renville (8 Desember 1947).
5.   Perjanjian Roem-Royen (17 April - 7 Mei 1949).
6.   Konferensi Inter-Indonesia (19 - 22 Juli 1949 dan 31 Juli - 2 Agustus 1949).
7.   Konferensi Meja Bundar (23 Agustus – 2 November 1949).

Belanda mengakui kedaulatan Indonesia tanggal 27 Desember 1949. Penandatanganan pengakuan kedaulatan dilaksanakan di Belanda dan Jakarta. Dengan demikian, berakhirlah penjajahan Belanda atas Indonesia.
Salah satu hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) adalah pembentukan negara Republik Indonesia Serikat (RIS) yang terdiri dari 16 negara bagian. Negara RIS tidak sesuai dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia sendiri. Karena itu, hasrat untuk kembali ke NKRI terus meningkat.
Konferensi Pada tanggal 15 Agustus 1950, Indonesia kembali ke negara kesatuan sesuai dengan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945. Setelah kembali ke bentuk negara kesatuan pada tahun 1950, Indonesia menganut system pemerintahan parlementer dengan Kabinet Ministerial (1950-1959).
Pada masa demokrasi liberal terjadi berbagai pemberontakan dipicu ketidakpuasan daerah terhadap pemerintah pusat. Adanya banyak partai dan silih bergantinya kabinet pada masa demokrasi liberal menyebabkan ketidakstabilan politik. Pemilu I (1955);  dilaksanakan dua kali, yaitu: tanggal 29 September 1955 untuk memilih anggota DPR dan tanggal 15 Desember 1955 untuk memilih anggota Dewan Konstituante.

Pada 5 Juli 1959, Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden. Dekrit Presiden itu berisi tentang:
1.   pembubaran Konstituante                                   3.   akan segera dibentuk MPRS dan DPAS
2.   berlakunya kembali UUD 1945
Sebagai tindak lanjut Dekrit 5 Juli 1959, dibentuklah MPRS dan DPAS. DPR hasil Pemilu 1955 tetap dipertahankan. Pada masa demokrasi terpimpin pemerintah melakukan penyimpangan terhadap UUD 1945. Pada masa demokrasi terpimpin kekacauan terjadi juga dalam bidang ekonomi. Indonesia mengalami inflasi dan masyarakat semakin jatuh miskin.
Dalam pergaulan internasional, Indonesia cenderung dekat dengan negara-negara sosialis- komunis (blok timur). Indonesia tenggelam atau tersingkir dari pergaulan internasional setelah melakukan konfrontasi dengan Malaysia dan keluar dari keanggotaan PBB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar